Menu

Mode Gelap
JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30 Hari Kebaya Nasional, Gubernur Banten Andra Soni: Simbol Identitas Perempuan Indonesia

Kabupaten Tangerang · 22 Apr 2026 ·

Kendalikan Bahan Pokok Dan Inflasi, TPID Kabupaten dan Pemprov Banten Canangkan GASPOL


 Kepala Biro Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Banten, Ismail bersama Wakil Bupati Tangerang saat menghadiri High Level Meeting TPID. Foto: ist Perbesar

Kepala Biro Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Banten, Ismail bersama Wakil Bupati Tangerang saat menghadiri High Level Meeting TPID. Foto: ist

Kabupaten Tangerang, – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah akan mencanangkan Gerakan Kolaborasi Pengendalian Bahan Pokok dan Inflasi (GASPOL) untuk mengantisipasi dan mengendalikan ketersediaan bahan pokok dan laju inflasi di Kabupaten Tangerang. Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat membuka acara High Level Meeting TPID Kabupaten Tangerang yang dilaksanakan di Hotel Lemo, Kec. Kelapa Dua, Rabu (22/04/26).

“Seluruh upaya yang telah kita laksanakan merupakan bagian dari komitmen bersama dalam pengendalian inflasi daerah. Oleh karena itu pada kesempatan ini Pemerintah Kabupaten Tangerang mencanangkan GASPOL, yaitu Gerakan Kolaborasi Pengendalian Bahan Pokok dan Inflasi,” ujar Wabup Intan

Menurut dia, pengendalian inflasi dan ketersediaan bahan pokok berkaitan langsung dengan stabilitas harga, daya beli masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik perkembangan inflasi di wilayah KabupatenTangerang dan Provinsi Banten sepanjang tahun 2025 secara umum masih relatif terkendali, inflasi tahunan tercatat berada pada kisaran 2,3% – 2,7%.

“Pengendalian stok bahan pokok dan inflasi tidak hanya memerlukan langkah jangka pendek tapi juga langkah-langkah strategi yang berkelanjutan, termasuk penguatan ketahanan pangan, pemanfaatan teknologi informasi serta peningkatan kualitas data sebagai dasar pengambilan kebijakan,” tandasnya

Dia berharap melalui pelaksanaan High Level Meeting tersebut, seluruh stakeholder dapat melakukan evaluasi secara menyeluruh sekaligus memperkuat sinergi dan komitmen bersama untuk menghadapi tantangan global yang komplek dan tidak menentu.

“Semoga berbagai upaya yang telah kita laksanakan bersama-sama ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat maupun menjaga daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok dan komoditas strategis serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Tangerang secara berkelanjutan sekaligus memperkuat inovasi daerah dalam pengendalian inflasi,” harapnya

Dia juga menyebut berkembangnya dapur SPPG saat ini bisa mempengaruhi fluktuatif harga dan ketersediaan barang dan bahan-bahan pokok seperti telur ayam, cabai, beras dan komiditas holtikultura lainnya. Untuk itu pihaknya minta kepada perangkat daerah terkait untuk melakukan terobosan-terobosan untuk menguatkan sektor peternakan dan pertanian yang bisa lebih produktif dan inovatif.

“Dari dinas pertanian dan ketahan pangan, mudah-mudahan bisa melakukan terobosan-terobosan baru pada sektor peternakan dan pertanian yang bisa dihidupkan dan dikembangkan di Kabupaten Tangerang untuk mensuplai kekurangan pada stok bahan pangan yang ada di Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Menurut arahannya, Wabup Intan memintan TPID selaku kepanjangan dari pemerintah daerah terus melakukan berbagai langkah pengendalian inflasi secara terpadu, baik melalui intervensi pasar, menjaga kelancaran distribusi maupun pengawasan di lapangan.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, H. Syaifullah menjelaskan bahwa kegiatan TPID selalu berpedoman pada empat (4) pilar utama pengendalian inflasi, yaitu: Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi dan Komunikasi yang efektif.

“Pelaksanaan High Level Meeting TPID hari ini sangat memiliki arti yang penting sebagai forum strategis untuk melakukan evaluasi dan juga memperkuat koordinasi serta merumuskan langkah-langkah konkrit dalam menjaga stabilisasi harga dan daya beli masyarakat di Kabupaten Tangerang,” jelasnya.[red]

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bangga! Bupati Tangerang Raih Penghargaan Economic Growth Ajang National Governance Awards 2026

24 April 2026 - 23:28

Korem 052/Wijayakrama Bangun Sinergi Lewat Pembinaan Jaring Mitra Karib

24 April 2026 - 18:03

Hadiri Musrenbang RKPD Provinsi Banten Tahun 2027, Bupati Tangerang: Komitmen Tingkatkan Infrastruktur

23 April 2026 - 19:24

Hari Bumi 2026, Yudi Budi Wibowo Bersama Aktivis Lingkungan Tanam 1.000 Pohon di Situ Cihuni 

22 April 2026 - 15:41

Buka Acara Penanaman 1000 Pohon di Situ Cihuni, Wabup Intan Harap RTH Semakin Meningkat

22 April 2026 - 12:51

PT. Rivia Mitra Persada Dukung Pelestarian Lingkungan Hidup Melalui Aksi Penanaman 1.000 Pohon

22 April 2026 - 12:09

Trending di Kabupaten Tangerang