Kota Tangerang – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang angkat bicara soal laporan yang dilayangkan Aktivis Jaringan Nurani Rakyat (Janur) terkait dugaan abuse of power (penyalahgunaan wewenang/jabatan) oknum pejabat di RSUP Dr. Sitanala Tangerang.
Kasie Intelejen Kejari Kota Tangerang Khusnul Fuad memastikan telah menerima laporan Janur tersebut. Ketika disinggung apakah pihaknya mulai menyelidiki laporan terkait, Fuad mengaku saat ini masih melakukan proses pengumpulan bahan.
“Masih proses pengumpulan bahan. Belum sampai situ (penyelidikan-red), ini masih kita kaji dulu laporannya,” ujar Fuad kepada wartawan, Senin (6/11/2023).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak RSUP Dr. Sitanala Tangerang terkait pelaporan oleh Janur tersebut.
Diberitakan sebelumnya, aktivis Jaringan Nurani Rakyat (Janur) Ade Yunus melaporkan dugaan abuse of power (penyalah gunaan wewenang/jabatan) salah satu oknum manajemen RSUP Dr. Sitanala Tangerang ke Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Jum’at (3/11/2023) lalu.
Dalam laporan bernomor: B.908/LP/JANUR/XI/2023 itu disebutkan terdapat dugaan alih fungsi barang milik negara (BMN) berupa rumah dinas di lingkungan RSUP Dr.Sitanala Tangerang.
Dimana rumah dinas tersebut diduga disewakan untuk kepentingan komersil berupa kantin dan minimarket.
“Diduga dilakukan oleh dokter SW salah satu manajer di RSUP Sitanala Tangerang,” ujar Ade Yunus, Minggu (5/11/2023).
Ade menjelaskan bahwa Rumah Dinas yang dikomersilkan terdapat 12 gerai, 2 gerai dikelola oleh kerabat oknum, kemudian sisa 10 gerai lainya disewakan dengan harga sewa variatif. [Fale]










