Kota Serang – Ketua Umum Perkumpulan Urang Banten (PUB), Irjen Pol (Purn) Taufiequrachman Ruki memberikan kritis keras saat menyampaikan sambutan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Banten dengan Agenda HUT Provinsi Banten Ke-23, Rabu (04/12023).
Berberapa catatan kritis yang disampaikan oleh Mantan Ketua KPK pertama tersebut diantaranya adalah ;
1. Bank Banten Tak Kunjung Sehat
“Pertama saya melihat bahwa prinsip-prinsip good governance dan clean governance di lingkungan aparatur penyelenggara negara di pemerintah Provinsi Banten azas meritokrasi selektifitas dan prioritas sepertinya terlupakan, efesiensi dan efektivitas program kurang mendapatkan perhatian,” Paparnya.
Ruki memberikan contoh pendirian Bank Banten dari kepemimpinan Wahidin Halim dilanjutkan oleh Al Muktabar belum kunjung menyehatkan Bank Banten.
“Semoga kedepan Bank Banten Aksetabilitasnya tinggi, tapi saya tau cacat bawaanya masih banyak, dengan kesabaran dan integritas insya Alloh bisa teratasi,” Jelasnya.
2. Merebaknya Korupsi
“Jujur saya katakan, bahwa mengatasi korupsi bukan masalah yang mudah, karena bersumber dari dalam yaitu sifat manusia yang disebut dengan serakah, kedua adalah sistem pemerintahan yang belum menerapkan Good Governance dan Clean Governance, tapi jangan kecil hati, dengan integritas yang tinggi kita akan bergerak terus, bergerak maju,” Tuturnya.
3. Kerusakan Lingkungan Hidup
Ruki merasa kaget dan tercengang karena dari kecil hingga saat ini baru mendengar Kabupaten Serang terendam Banjir.
“Umur saya sudah 77 Tahun lebih baru tahun kemaren saya denger kabupaten Serang terendam banjir di Cigobang Cipanas sudah 4 Tahun belum teratasi, apa yang terjadi sekarang masyarakat Serang utara sudah kekeringan sampe Pak Gubernur mengisi air tangki sendiri mengisi drum rakyat, terimakasih Pak Al Muktabar, tapi sebagai Governance itu saja tidak cukup,” Tandasnya.
Ruki menegaskan bahwa telah terjadi kerusakan lingkungan hidup di provinsi Banten secara signifikan.
“Telah terjadi kerusakan Lingkungan Hidup yang signifikan, ketika hujan besar Banjir, ketika musim kering kerontang sampai air pun kita beli, ini tanah air kita, jangan sampah tanahnya kita sewa airnya kita beli, Naudzubillah himindalik,” Tukasnya.
Untuk itu dirinya meminta seluruh pihak untuk serius menangani persoalan kerusakan lingkungan hidup.
“Masalah lingkungan harus ditangani dengan benar, karena ini merupakan sumber kehidupan, bayangkan kita susah beli beras padahal Banten adalah penghasil beras, anda kira Serang itu artinya apa? Serang itu Artinya Sawah berarti penghasil padi terbaik, mengapa kita beli beras susah dan mahal, karena kering dan beralih fungsi,” Pungkasnya. [red]











