Menu

Mode Gelap
Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025

Politik · 22 Agu 2025 ·

Habib Idrus Tegaskan: Sekolah Rakyat Harus Kita Kawal, Demi Anak-Anak dan Masa Depan Indonesia


 Anggota DPR RI Fraksi PKS, Habib Idrus Salim Aljufri, Lc., M.B.A. saat membuka Forum Diskusi Publik Sekolah Rakyat. Foto: ist Perbesar

Anggota DPR RI Fraksi PKS, Habib Idrus Salim Aljufri, Lc., M.B.A. saat membuka Forum Diskusi Publik Sekolah Rakyat. Foto: ist

Jakarta – Anggota DPR RI Fraksi PKS, Habib Idrus Salim Aljufri, Lc., M.B.A. menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program “Sekolah Rakyat” agar menjadi instrumen pendidikan alternatif yang benar-benar bermanfaat bagi generasi muda Indonesia.

Dalam webinar yang digelar oleh Komdigi bekerja sama dengan Komisi I DPR RI melalui Zoom Meeting pada pukul 09.00–12.00 WIB dan dihadiri 250 peserta, Habib Idrus menekankan bahwa Sekolah Rakyat harus dijaga agar tidak keluar dari nilai perjuangan rakyat.

“Sekolah Rakyat bukan sekadar ruang belajar, tapi juga ruang perjuangan. Kita harus mengawal agar tidak terdistorsi, tetap berpihak pada rakyat, dan menjadi jalan masa depan anak-anak kita,” ujar Habib Idrus, Jum’at (22/08/2025).

Dr. Rulli Nasrullah, M.Si, pakar budaya digital, menambahkan bahwa keberlangsungan Sekolah Rakyat di era digital juga menuntut kemampuan adaptasi.

“Sekolah Rakyat harus hadir di ruang digital dengan cara yang kreatif. Anak-anak sekarang belajar bukan hanya di kelas, tapi juga lewat media sosial, konten, dan interaksi daring,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Hurriyah, Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik UI, menyoroti aspek tata kelola dan partisipasi masyarakat.

“Sekolah Rakyat akan kuat jika ada kesadaran kolektif. Ini bukan sekadar program, melainkan gerakan sosial yang harus dijaga bersama oleh masyarakat sipil, akademisi, dan negara,” ungkapnya.

Seorang peserta, Rani dari Jakarta, menyampaikan kesan positif.

“Saya merasa tercerahkan. Sekolah Rakyat ini benar-benar membuka ruang kesadaran baru bahwa pendidikan bisa berangkat dari rakyat, bukan hanya dari institusi formal.” tandasnya. [red]

Artikel ini telah dibaca 61 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bahas RUU Pemilu, Waka DPR RI Sufmi Dasco Ahmad Bakal Minta Masukan ke Partai Non Parlemen

24 Juni 2026 - 20:30

Annisa Mahesa Minta Kemenkeu Buktikan Return Investasi Coretax Terhadap Target Penerimaan Pajak 2027

15 Juni 2026 - 23:24

Panaskan Mesin Partai, DPD Golkar Kabupaten Tangerang Tuntaskan Muscam PK di 29 Kecamatan

24 Mei 2026 - 20:28

Jalankan Arahan Prabowo, Kawendra Salurkan 88 Sapi Qurban di Jember Lumajang dan Daerah Lainnya

24 Mei 2026 - 19:23

Terkait KUR Ekraf, Kawendra Minta Himbara Tanpa Keraguan!

21 Mei 2026 - 22:04

Kawendra Lukistian Nilai Prabowo Di Rapat Paripurna Pertegas Indonesia Berdikari dan Berdaulat Secara Ekonomi

21 Mei 2026 - 20:54

Trending di Nasional