Menu

Mode Gelap
Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30

Kabupaten Tangerang · 24 Jan 2026 ·

Gubernur Banten dan Bupati Tangerang Pastikan Penanganan Banjir Secara Komprehensif


 Gubernur Banten, Andra Soni bersama Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid saat meninjau beberapa titik lokasi banjir di Perum Vila Tomang dan Situ Gelam, Desa Gelam Jaya Kec. Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Foto: ist Perbesar

Gubernur Banten, Andra Soni bersama Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid saat meninjau beberapa titik lokasi banjir di Perum Vila Tomang dan Situ Gelam, Desa Gelam Jaya Kec. Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Foto: ist

Kabupaten Tangerang – Gubernur Banten, Andra Soni bersama Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengunjungi dan meninjau beberapa titik lokasi banjir di Perum Vila Tomang dan Situ Gelam, Desa Gelam Jaya Kec. Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Sabtu (24/01/26).

Gubernur Banten, Andra Soni mengungkapkan salah satu permasalahan yang harus segera diatasi bersama adalah normalisasi Sungai Cirarab yang berada di dua wilayah yaitu Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang. Pihaknya juga akan segera melakukan rapat koordinasi lintas sektor dan wilayah untuk menetapkan kesamaan visi, baik permasalah maupun solusinya secara bersama dan menyeluruh.

“Salah satu permasalahan yang harus segera diatasi bersama adalah normalisasi Sungai Cirarab. Kemudian hari ini juga melibatkan Balai Besar C2 ya, Ciliwung Cisadane. InsyaAllah hari Senin, kita akan melakukan rapat koordinasi membahas hasil dari peninjauan kita ke lapangan untuk menyamakan visi dan solusi terbaik bersama,” ungkap Andra Soni

Menanggapi salah satu usul Cost-Sharing dari Bupati Tangerang, pada prinsipnya pihaknya sangat mendukung usulan tersebut agar penanganan banjir dapat dilakukan secara komprehensif dan menyeluruh.

“Salah satu usul Cost-sharing dari Pak Bupati itu, bupati keluar uangnya, walikota keluar uangnya, gubernur keluar uangnya, pusat keluar uangnya. Jadi mengerjakan satu permasalahan secara komprehensif. Sehingga bukan memindahkan air, tapi benar-benar air itu menuju ke jalur yang sebenarnya,” jelasnya.

Lanjut dia, upaya-upaya lainnya seperti menertibkan bangunan-bangunan yang tidak semestinya ada di bantaran sungai juga harus dilakukan karena dampaknya memperlambat air bergerak ke muara.

“Contoh, tempat ini, itu kan harusnya sempadan itu 20 meter dari sungai, tapi kenyataannya berbatasan langsung dengan tembok. Nah, ini apa yang harus kita selesaikan, apa yang harus kita kerjakan,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa Pemkab Tangerang bersama Pemerintah Provinsi Banten terus melakukan kolaborasi dan koordinasi dalam rangka percepatan penanganan banjir di wilayah Situ Gelam

“Kami bersama Pemerintah Provinsi terus berupaya mempercepat penanganan masalah pengairan di wilayah Situ Gelam. Sebagai langkah nyata, Gubernur telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengerahkan bantuan teknis tambahan ke lokasi terdampak,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid.

Dia menambahkan bahwa kolaborasi dan koordinasi intensif yang telah dilakukan merupakan bentuk tanggung jawab penuh jajaran pemerintah terhadap kondisi wilayah dan kenyamanan warga. Hasil koordinasi lebih lanjut tersebut antara lain dengan mendatangkan unit pompa tambahan

“Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane yaitu mendatangkan peralatan unit pompa mobile dengan kapasitas besar yakni 2000 liter per detik untuk mempercepat proses penyedotan air. Saat ini sedang dalam perjalanan,” jelasnya

Pihaknya berharap adanya tambahan pompa mobile tersebut dapat mengatasi kendala untuk mempercepat pengurangan volume debit air Situ Gelam.

“Upaya ini diharapkan dapat menjadi solusi cepat dalam mengatasi kendala debit air yang ada di Situ Gelam sehingga aktivitas warga dapat kembali berjalan normal dalam waktu singkat,” harapnya.[red]

Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Makam Keramat Ki Mauk Selesai Direvitalisasi, Bupati Maesyal: Momentum Pelestarian Sejarah

17 Mei 2026 - 12:58

Tertib Pajak Air Permukaan, UPTD PPD Samsat Kelapa Dua Tutup Intake di Kosambi dan Teluk Naga 

17 Mei 2026 - 10:00

Wabup Intan Hadiri Penen Jagung Serentak Kuartal II Polres Metro Tangsel

16 Mei 2026 - 20:50

Gubernur Banten Andra Soni: 695 Koperasi Merah Putih Sudah Beroperasi

16 Mei 2026 - 14:40

Kasdam Jaya didampingi Danrem 052/Wkr Hadiri Operasionalisasi 1.061 Koperasi Merah Putih di KMP Ciakar

16 Mei 2026 - 14:38

Bupati Tangerang: 274 Koperasi Desa Merah Putih Didukung CSR Rp27,4 milyar

16 Mei 2026 - 14:06

Trending di Kabupaten Tangerang