Menu

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Banten · 22 Jun 2026 ·

Gubernur Andra Soni Tegaskan SPMB Transparan dan Akuntabel


 Gubernur Banten Andra Soni saat Meninjau SPMB di SMAN 1 Rangkas Bitung. Foto: ist Perbesar

Gubernur Banten Andra Soni saat Meninjau SPMB di SMAN 1 Rangkas Bitung. Foto: ist

Lebak -:Panitia Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMA Negeri se-Provinsi Banten saat ini menjalankan proses penerimaan dengan nyaman. Dengan sistem transparansi dan ketegasan dari Gubernur Andra Soni, baik pihak sekolah dan panitia saat ini bisa tegas menolak segala intervensi dari siapapun yang ingin melakukan praktik titip-menitip kuota siswa.

Sistem SPMB yang transparan dan penegakkan disiplin aturan tersebut dirasakan oleh panitia SPMB di SMAN 1 Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Ketua Panitia SPMB SMAN 1 Rangkasbitung Wiwit Keswari mengatakan, secara teknis pelaksanaan SPMB tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Sistem penerimaan yang diberlakukan sudah baik karena dijalankan secara bertanggung jawab.

“Semuanya sudah sangat transparan dan akuntabel. Tidak ada yang bisa main-main. Itu pasti ketahuan karena sistemnya menolak,” kata Wiwit saat berdialog bersama Gubernur Banten Andra Soni di SMAN 1 Rangkasbitung, Senin (22/6/2026).

Kendati demikian, Wiwit mengakui masih ada beberapa pihak yang menghubungi dirinya agar bisa membantu meloloskan calon siswa masuk ke SMAN 1 Rangkasbitung. Dengan bijak, permintaan tersebut ia tolak untuk mempertahankan kualitas SPMB yang transparan.

“Saya mempersilahkan mendaftar melalui sistem dan pilihan jalur yang sudah tersedia. Kalau ada yang kurang jelas, bisa konsultasikan ke petugas kami di sekolah atau bisa melalui hotline yang sudah kami sosialisasikan,” kata Wiwit saat menirukan jawabannya ketika mendapatkan telepon dari nomor yang tak dikenal.

Di tempat yang sama, Kepala Sekolah SMAN 1 Rangkasbitung Heri Fasa menambahkan, total kuota SPMB sebanyak 214 siswa yang terbagi kedalam enam rombongan belajar (rombel). Saat ini, siswa yang sudah mendaftar sebanyak 350 orang.

Pada jalur zonasi lingkungan, jarak terjauh yang diukur mencapai 472 meter. Sementara untuk zonasi wilayah,, mencakup tiga kecamatan sekitar, yaitu Kecamatan Rangkasbitung, Cibadak dan Karanganyar.

“Dari jalur zonasi lingkungan ada 84 pendaftar sementara kuota yang ada sebanyak 43 siswa. Sementara dari zonasi wilayah sebanyak 32 siswa yang sudah terverifikasi. Saat ini yang masih berproses adalah jalur afirmasi, dari kuota 63 yang mendaftar baru 15. Setelah itu nanti jalur prestasi akademik, nonakademik dan terakhir perpindahan orang tua,” jelasnya.

Terhadap siswa yang tidak dapat masuk di sekolah ini, Heri sudah memberikan saran agar masuk ke sekolah swasta terdekat yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam menjalankan Program Sekolah Gratis. Sekolah tersebut misalnya, SMA Al Azhar, SMA PGRI dan SMA Al Hidayah.

“Tahun ini jumlah pendaftar yang masuk lebih banyak dari tahun sebelumnya,” ujarnya.

Gubernur Banten Andra Soni dan Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim bersama seluruh tamu yang hadir secara serentak memberikan apresiasi atas dedikasi panitia SPMB di SMAN 1 Rangkasbitung. Gubernur kagum dengan cara Wiwit menolak intervensi saat proses pendaftaran berlangsung. Meskipun Wiwit perempuan, ia bisa dengan tegas menolak intervensi dari orang yang tidak bertanggung jawab.

“Termasuk kalau ada pejabat atau ASN intervensi, laporkan saja ke saya langsung, nanti saya akan ambil tindakan,” kata Andra Soni.

Menurut Andra Soni, komitmen untuk mewujudkan SPMB yang transparan dan akuntabel itu sudah ia tegaskan sejak tahun lalu. Khususnya ketika tahun pertama menjabat sebagai gubernur.

“Kita juga sudah siapkan Program Sekolah Gratis untuk swasta. Ada sekitar 801 sekolah swasta yang sudah bekerja sama dengan Pemprov Banten plus 10.000 kuota yang diberikan untuk sekolah jenjang Madrasah Aliyah,” jelasnya.

Andra Soni mengatakan, Program Sekolah Gratis adalah komitmen untuk mewujudkan pendidikan yang merata dan berkeadilan. Ia tidak ingin ada intervensi saat proses SPMB yang dapat menyingkirkan kesempatan siswa yang berhak.

“Siapa pun tidak boleh intervensi, termasuk gubernur. Semuanya harus mengikuti proses dan sistem yang sudah ada,” ujarnya.

Dukungan juga disampaikan Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim. Ia bersama seluruh anggota DPRD Banten berkomitmen mendukung keinginan kuat dari Gubernur Andra Soni untuk menciptakan pendidikan yang merata dan berkeadilan kepada seluruh masyarakat.

“Ini adalah niat yang sangat mulia dan seluruh pihak terkait harus mendukung itu,” katanya.[red]

Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Waspada dan Tetap Tenang, BMKG Himbau Masyarakat Hindari Aktivitas di Selat Sunda

6 September 2026 - 11:04

Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Gubernur Andra Soni Minta Warga Waspada dan Pakai Masker

6 September 2026 - 09:16

Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Sampai Bandara Soetta, 33 Penerbangan Dibatalkan

6 September 2026 - 06:03

Kesadaran Deteksi Kesehatan Sedari Dini Terus Meningkat, Program CKG Diserbu Warga Banten

5 September 2026 - 20:25

Gubernur Andra Soni Disambut Hangat Warga Pondok Lakah Permai Ciledug Kota Tangerang 

5 September 2026 - 15:30

Harpelnas 2026, Pelayanan Bank Banten Semakin Dekat di Hati Nasabah

4 September 2026 - 20:10

Trending di Banten