Menu

Mode Gelap
Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir

Kabupaten Tangerang · 7 Feb 2023 ·

Camat Rajeg: Penanganan Kemacetan dan Banjir Masih Jadi Isu Strategis Musrenbang


 Camat Rajeg, H. Ahmad Patoni, SIP, MM saat memaparkan materi Musrenbang Tahun 2024 Tingkat Kecamatan Rajeg. Foto: Tangerangpos Perbesar

Camat Rajeg, H. Ahmad Patoni, SIP, MM saat memaparkan materi Musrenbang Tahun 2024 Tingkat Kecamatan Rajeg. Foto: Tangerangpos

Kabupaten Tangerang – Penanganan kemacetan dan banjir masih jadi isu strategis dan prioritas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2024 tingkat Kecamatan Rajeg.

Camat Rajeg, H. Ahmad Patoni, SIP, MM  mengatakan bahwa ada sembilan isu strategis dalam. Pembahasan Musrenbang di Kecamatan Rajeg, namun yang menjadi prioritas adalah penanganan Kemacetan dan Banjir di wilayah Kecamatan Rajeg.

“Sebetulnya ada 9 isu strategis tadi yang dibahas, penanganan kemacetan dan banjir tetap menjadi Prioritas utama,” Jelasnya.

Kesimbilan isu strategis itu diantaranya adalah Optimalisasi pelayanan dan Penataan gedung kantor Kecamatan Rajeg, Penanggulangan Kemacetan, pengadaan Pasar Kecamatan Rajeg, pengadaan Gedung PONED pada Puskesmas Kecamatan Rajeg, Pengembangan UMKM, Penanggulangan banjir, penanggulangan sampah, Peningkatan stadion minimini dan Penanggulangan Bencana.

“Untuk penanggulangan Banjir, diharapkan Normalisasi Kali dapat terus simultan dan berkesinambungan, agar daya tampung kali atau saluran tidak terjadi limpasan,” tambahnya.

Adapun terkait kemacetan, Patoni menjelaskan bahwa terdapat beberapa titik kecamatan diwilayahnya namun yang sangat krodit adalah di Jalan Raya Rajeg – Mauk yang kini menjadi akses utama menuju objek wisata Ketapang Urban Aquaculture.

“Jalan raya Rajeg – Mauk menjadi akses utama menuju Wisata Ketapang, jadi memang harus segera diantisipasi dan diurai tingkat kemacetan kedepan,” pungkasnya. [red]

 

Artikel ini telah dibaca 159 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Banten Siap Jadi Pionir Ekosistem Pelayanan Pertanahan yang Cepat dan Tepercaya

24 Agustus 2026 - 11:29

Wabup Intan Ajak Warga Isi Kemerdekaan Dengan Karya, Kebersamaan dan Gotong Royong

23 Agustus 2026 - 20:20

Pekan Raya Balaraja Kedua Resmi Dibuka, Bupati Tangerang Dorong Pelestarian Budaya dan Penguatan UMKM

22 Agustus 2026 - 21:21

Green Belt Mangrove, Upaya Mitigasi Megathrust dan Tsunami Berbasis Ekosistem

22 Agustus 2026 - 06:02

Dukung Gerakan 2 Milyar Pohon, Aktivis Tanam 10.000 Mangrove di Pesisir Utara Tangerang 

21 Agustus 2026 - 07:50

Wamenkes Apresiasi Kinerja Pemkab Tangerang Percepatan Program Kesehatan

20 Agustus 2026 - 16:33

Trending di Kabupaten Tangerang