Cilegon – Wali Kota Cilegon, Robinsar meminta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, Suhendi agar melakukan kajian untuk mengetahui penyebab banjir di Kota Cilegon. Hal itu dilakukan, untuk membuat laporan kepada Gubernur Banten, Andra Soni agar persoalan banjir di Kota Cilegon dapat diselesaikan.
Menurut Robinsar, berdasarkan hasil pantauan langsung di lapangan, pada saat terjadi banjir di sejumlah titik di Kota Cilegon, Robinsar menyebut, salah satu penyebabnya yakni, debit air sungai yang meluap dan kondisi pasang air laut. Sehingga, menghambat air hujan lambat turun ke laut.
“Tadi BPBD juga sudah saya minta tolong evaluasi. Nanti pak Kalak (Kepala Pelaksana BPBD Cilegon) saya minta buat laporan atau kajian. Apa yang menjadi penyebab banjir di Kota Cilegon ini, ” ucap Robinsar, Senin (5/1/2025).
Untuk itu, Robinsar menyatakan, akan membuat laporan khusus untuk disampaikan kepada pemerintah provinsi Banten atau Gubernur Banten, Andra Soni. Terkait penyebab banjir di Kota Cilegon. Menurutnya hal itu perlu dilakukan untuk menyelesaikan penyebab banjir di Kota Cilegon.
“Kalau bicara nanti ke depan tindak lanjut seperti apa. Dalam waktu dekat ini kita akan rapat serius, rapat internal secara kajian yang rasional dan ilmiah untuk mitigasi bencana baik dengan industri maupun lainya,” ujarnya.
Plt Sekda Kota Cilegon, Aziz Setia Ade Putra menyampaikan, banjir di Kota Cilegon, yang paling parah terjadi di Kecamatan Ciwandan dan Cibeber. Lantaran di kedua Kecamatan itu banjir mencapai dada orang dewasa.
“Sejauh ini yang paling parah itu di Kecamatan Cibeber dan Ciwandan, karena banjir nya sampai ke dada orang dewasa,” ucap Aziz.
Selain Debit air yang cukup tinggi dan air laut pasang, kata Aziz, beberapa saluran air terjadi penyempitan dan adanya pagar milik industri yang menghalangi air untuk mengalir ke laut. Sehingga, pada saat terjadi curah hujan yang cukup tinggi terjadi banjir di Kota Cilegon.
“Diakibatkan oleh penyempitan saluran atau irigasi, dan pagar yang sudah terpasang di kawasan industri yang menghalangi jalannya air. Sehingga saya meminta meminta masyarakat untuk dibongkar terlebih dahulu untuk memperlancar air hujan itu,” katanya. [red]













