Menu

Mode Gelap
JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30 Hari Kebaya Nasional, Gubernur Banten Andra Soni: Simbol Identitas Perempuan Indonesia

Edukasi · 3 Des 2024 ·

Artikel, Dona Bella: 8 Tips Menjaga Kesehatan Mental Di Era Digital


 Ilustrasi Kesehatan Mental Diera Digital. Foto: ist Perbesar

Ilustrasi Kesehatan Mental Diera Digital. Foto: ist

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kita hidup dalam dunia yang semakin terhubung secara digital. Setiap hari, kita dibanjiri oleh informasi melalui media sosial, aplikasi pesan, dan berbagai platform online lainnya. Meskipun kemajuan ini memberikan banyak kemudahan, tidak bisa dipungkiri bahwa paparan terus-menerus terhadap dunia digital juga membawa tantangan besar bagi kesehatan mental kita.

Tekanan untuk selalu terhubung, perbandingan sosial di media sosial, kecanduan teknologi, serta stres akibat overl oad informasi dapat memengaruhi kesejahteraan mental seseorang. Di era yang serba digital ini, menjaga kesehatan mental menjadi hal yang semakin penting.

Ketidakseimbangan dalam penggunaan teknologi bisa menyebabkan kecemasan, depresi, hingga kelelahan mental yang sering kali disebut sebagai “digital burnout.”

Oleh karena itu, perlu  strategi yang tepat agar kita bisa tetap menikmati manfaat teknologi tanpa mengorbankan kesehatan mental. Artikel ini akan membagi  tips praktis untuk menjaga kesehatan mental di dunia yang semakin digital.

Dirangkum dari buku “How to Do Nothing: Resisting the Attention Economy” oleh Jenny Odell, berikut berbagai tips menjaga kesehatan mental di era digital.

  1. Luangkan Waktu untuk Tidak Melakukan Apa-apa

Jenny Odell menekankan pentingnya waktu untuk “tidak melakukan apa-apa” sebagai cara untuk memberi ruang bagi pikiran kita untuk beristirahat dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Waktu untuk tidak produktif ini sangat penting di dunia digital, di mana kita sering merasa terdorong untuk selalu terhubung dan produktif.

  • Tips: Tentukan waktu khusus setiap hari di mana Anda tidak melakukan kegiatan produktif apapun, seperti menjauh dari layar, tidak mengecek media sosial, dan memberi ruang untuk beristirahat atau merenung.
  1. Terhubung dengan Alam dan Dunia Nyata

Odell mengajak kita untuk mengalihkan perhatian dari dunia digital dan kembali ke dunia nyata, terutama alam sekitar. Alam memiliki kemampuan untuk meredakan stres, meningkatkan kreativitas, dan membantu kita lebih fokus.

  • Tips: Cobalah untuk rutin berjalan-jalan di luar ruangan, berkebun, atau sekadar duduk di taman tanpa gangguan dari perangkat digital. Interaksi dengan alam dapat memberi rasa ketenangan dan keseimbangan mental.
  1. Batasi Waktu Menggunakan Media Sosial

Buku ini juga mengkritik dampak negatif media sosial terhadap kesehatan mental, seperti perasaan cemas dan stres akibat perbandingan sosial. Media sosial sering kali membuat kita merasa terjebak dalam kecemasan konstan tentang apa yang terjadi di dunia online.

  • Tips: Tentukan batasan penggunaan media sosial, seperti hanya memeriksanya beberapa kali sehari atau hanya mengikuti akun-akun yang memberikan dampak positif. Cobalah untuk menonaktifkan notifikasi media sosial agar tidak terganggu sepanjang waktu.
  1. Praktikkan Kehadiran Penuh (Presence)

Odell mendorong pembaca untuk lebih hadir dalam setiap momen, alih-alih teralihkan oleh perangkat digital atau gangguan eksternal. Kehadiran penuh atau mindfulness adalah cara untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan kesejahteraan emosional.

  • Tips: Cobalah untuk benar-benar fokus pada aktivitas yang Anda lakukan, baik itu bekerja, berbicara dengan teman, atau bahkan saat makan. Hindari menggunakan perangkat saat melakukan aktivitas tersebut untuk menghindari gangguan.
  1. Pertimbangkan Kembali Penggunaan Teknologi

Odell mengajak kita untuk mempertimbangkan dengan bijak bagaimana teknologi mempengaruhi hidup kita. Alih-alih terus-menerus terjebak dalam siklus penggunaan teknologi yang tidak terkendali, kita bisa membuat pilihan yang lebih sadar dan terkontrol tentang teknologi yang kita gunakan.

  • Tips: Lakukan audit digital, yaitu evaluasi aplikasi dan platform apa saja yang benar-benar berguna bagi kehidupan Anda dan yang mana yang hanya menjadi gangguan. Setelah itu, buat keputusan untuk mengurangi penggunaan teknologi yang tidak perlu.
  1. Bangun Hubungan yang Lebih Dalam dengan Orang Lain

Odell juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang lebih mendalam dengan orang lain, bukan hanya melalui media sosial atau pesan singkat. Hubungan tatap muka yang lebih otentik dapat memberikan rasa dukungan emosional yang lebih kuat dibandingkan interaksi digital yang sering terasa dangkal.

  • Tips: Luangkan waktu untuk bertemu dan berbicara langsung dengan teman, keluarga, atau orang terdekat Anda. Ini akan membantu Anda merasa lebih terhubung dan mendalam dalam hubungan sosial.
  1. Lawan Kecenderungan untuk Selalu Terhubung

Dalam dunia yang selalu terhubung ini, ada dorongan kuat untuk selalu “terhubung” atau selalu online. Odell mengajak kita untuk melawan dorongan ini dan memberikan diri kita izin untuk beristirahat dari dunia digital.

  • Tips: Tentukan “zona bebas teknologi” di rumah atau tempat kerja, di mana Anda dan orang-orang di sekitar Anda dapat menikmati waktu tanpa gangguan dari perangkat digital.
  1. Ciptakan Waktu untuk Kreativitas dan Refleksi

Waktu untuk berpikir atau mencipta sering kali hilang karena gangguan digital yang konstan. Odell menekankan pentingnya waktu untuk berkreasi, merenung, atau melakukan aktivitas yang memberi ruang bagi pikiran kita untuk berkembang.

  • Tips: Dedikasikan waktu tertentu dalam minggu Anda untuk berfokus pada kegiatan kreatif seperti menggambar, menulis, atau bahkan bermeditasi tanpa gangguan dari perangkat digital.

Berdasarkan buku “How to Do Nothing” oleh Jenny Odell, tips di atas mengajarkan kita untuk lebih bijak dalam menghadapi dunia digital yang penuh gangguan. Dengan meluangkan waktu untuk diri sendiri, terhubung dengan alam, dan mengurangi kecemasan akibat teknologi, kita bisa menjaga kesehatan mental di era digital yang serba cepat ini.

Penulis Artikel : Dona Bella – Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang.

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 201 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Refleksi 79 Tahun HMI: Meneguhkan Khitah Perjuangan di Era Disrupsi Digital

5 Februari 2026 - 12:08

Harmonisasi Tanpa Degradasi: Mengunci Celah Miras dan Pelacuran Lewat Matematika Radius di Kota Tangerang

21 Januari 2026 - 05:15

Bank Banten Menguat, Literasi Keuangan Diperluas Dorong Ekonomi Rakyat

19 Januari 2026 - 17:16

Abrory Ben Barka: Pilkada oleh DPRD, Demokrasi yang Konstitusional

7 Januari 2026 - 08:45

KUHP Baru: Hubungan Seks Diluar Nikah Bakal Dipidana, Berlaku Besok

1 Januari 2026 - 19:50

Catatan Imam Agusti: Buzzer Pemerintah dan Oposisi Perebutan Narasi di Ruang Digital

31 Desember 2025 - 14:06

Trending di Edukasi