Menu ✖

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Kabupaten Tangerang · 5 Mei 2026 ·

Aktivis Dukung Giant Sea Wall di Pesisir Tangerang Gunakan Nature Base Solution Mangrove


 Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) saat menanam mangrove di Pesisir Utara Tangerang. Foto: TangerangPos Perbesar

Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) saat menanam mangrove di Pesisir Utara Tangerang. Foto: TangerangPos

Kabupaten Tangerang – Pegiat dan aktivis lingkungan hidup Tangerang mendukung langkah pemerintah dalam proyek pembangunan Giant Sea Wall di Pesisir Utara Tangerang menggunakan pendekatan campuran antara beton dan solusi alami atau nature-based solution melalaui penanaman mangrove sebagai pemecah ombak alami.

“Kami mendukung pembangunan Giant Sea Wall menggunakan pendekatan natural dengan menggunakan penanaman mangrove, tidak semua beton,” Ungkap Koordinator Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung), Ade Yunus, Senin (04/05/2026).

Menurut Ade, Konsep natural disesuaikan agar tanggulnlaut tidak hanya berfungsi menahan banjir rob, tetapi juga tetap memperhatikan aspek ekologi.

“Pendekatan ini bertujuan untuk menyeimbangkan perlindungan infrastruktur dengan kelestarian lingkungan dan memperhatikan kehidupan masyarakat pesisir,” Tandasnya.

AHY Tegaskan pembangunan Giant Sea Wall Menerapkan Pendekatan Integratif

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebut tanggul laut raksasa atau giant sea wall tidak seluruhnya dibangun dari beton.

AHY menjelaskan, proyek ini akan memakai pendekatan integratif. Tanggul beton hanya digunakan di lokasi tertentu. Sisanya bisa diganti dengan solusi alami.

“Ada lokasi-lokasi yang masih bisa kita tangani dengan menggunakan pendekatan natural tadi ada nature-based solution namanya, solusi berbasis alam menggunakan mangrove, menggunakan yang bukan beton lah,” Ungkap AHY, saat menghadiri Forum Komunikasi Daerah Mitra Praja Utama di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/6/2025), seperti disiarkan Kompas TV.

Artikel ini telah dibaca 96 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Zaki dan Intan Perkuat Karakter Mahasiswa Baru Politeknik Ismet Iskandar dan Tanri Abeng University

3 Oktober 2026 - 20:46

Hari Jadi Ke-394 Kabupaten Tangerang, Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid Gelar Do’a Bersama

3 Oktober 2026 - 18:03

Perkuat Birokrasi dan Layanan Publik, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid Rotasi Pejabat Tinggi Pratama

2 Oktober 2026 - 19:33

Alfamart dan Kalbe Nutritionals Perkuat Dukungan 1.000 HPK melalui Sahabat Posyandu menjangkau 2.800 penerima manfaat di 28 Titik

1 Oktober 2026 - 19:54

Peringati HUT Ke-1 DKKT, Wabup Intan Dorong Pelestarian Seni, Budaya, dan Kuliner Lokal

1 Oktober 2026 - 19:07

Wabup Intan Dorong Kolaborasi Dunia Usaha dan Pemerintah Untuk Perkuat Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

30 September 2026 - 19:24

Trending di Kabupaten Tangerang