Menu

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Kabupaten Tangerang · 3 Mei 2026 ·

Bersiap Megathrust, Aktivis Tanam Ribuan Mangrove sebagai Tembok Alami Pesisir Tangerang 


 Koordinator Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) Ade Yunus saat memimpin aksi penanaman ribuan mangrove di pesisir utara Tangerang. Foto: Hasan Perbesar

Koordinator Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) Ade Yunus saat memimpin aksi penanaman ribuan mangrove di pesisir utara Tangerang. Foto: Hasan

Kabupaten Tangerang – Dikutip cnbcindonesia.com, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut ada dua zona megathrust yang saat ini “tinggal menunggu waktu” untuk melepaskan energinya, yakni Megathrust Selat Sunda yang terakhir gempa pada 1757 dan Mentawai-Siberut pada 1797.

BMKG menjelaskan kondisi tersebut dikenal sebagai seismic gap, yakni wilayah yang secara geologis menyimpan energi besar karena sudah lama tidak mengalami gempa besar.

“Tinggal menunggu waktu bukan ramalan. Kalimat ini sering disalahartikan. Yang dimaksud adalah zona tersebut menyimpan potensi besar karena sudah lama tidak melepaskan energi. Bukan berarti gempa akan terjadi dalam waktu dekat,” tulis BMKG melalui akun Instagram resminya.

BMKG menegaskan istilah tersebut digunakan sebagai bentuk kewaspadaan berbasis data sejarah dan geologi, bukan untuk memicu kepanikan publik.

“Istilah ilmiah ini digunakan sebagai bentuk kewaspadaan berdasarkan data sejarah dan geologi, bukan untuk menimbulkan kepanikan. Dalam Undang-Undang No. 31/2009, BMKG bertanggung jawab atas pengamatan, pengelolaan data, dan pelayanan informasi, termasuk gempa bumi dan tsunami,” jelas BMKG.

Aktivis Lingkungan Gencarkan Penanaman Mangrove di Pesisir Utara Tangerang

Pegiat dan aktivis lingkungan yang tergabung dalam Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) terus gencarkan gerakkan tanam mangrove dibibir pantai sebagai upaya nyata mitigasi bencana tsunami dan megatrusht.

Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) Gencarkan Penanaman Mangrove di Pesisir Utara Tangerang sebagai upaya nyata mencegah abrasi, tsunami dan megatrusht. Foto: Hasan

“Mangrove adalah benteng alami pesisir yang krusial sebagai mitigasi bencana megathrust dan tsunami, karena akar dan batangnya yang rapat mampu menyerap energi gelombang, memperlambat arus, serta mencegah abrasi,” Ungkap Koordinator Kalung, Ade Yunus, Minggu (03/05/2026).

Menurut Ade menjaga hutan mangrove di area rawan, seperti di pesisir utara Tangerang, menjadi langkah prioritas untuk melindungi masyarakat dari risiko tsunami dan megatrusht.

“Penjagaan sabuk hijau atau Green Belt di pesisir utara Tangerang dari alih fungsi lahan dan upaya pencegahan pemanfaatan hutan lindung mutlak diperlukan agar fungsi perlindungan mangrove tetap efektif,sebagai langkah nyata mitigasi bencana megathrust,” Tandasnya. [red]

 

Artikel ini telah dibaca 137 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bupati Tangerang Letakkan Batu Pertama Bedah 4 Rumah di Sindang Panon

4 September 2026 - 13:29

Wabup Intan Harap IIPE 2026 Mampu Dorong Peningkatan Investasi, Peluang Usaha dan Lapangan Kerja

4 September 2026 - 13:21

Warga Kabupaten Tangerang Bersyukur Ikut Program Cek Kesehatan Gratis (CKG)

3 September 2026 - 15:34

Tutup Gelar TTG XX, Gubernur Andra Soni Dorong Inovasi Desa Dukung Asta Cita

3 September 2026 - 15:03

Beasiswa Tangerang Gemilang 2026, 1.000 Lebih Mahasiswa Dapat Bekal Kuliah Demi Kejar Cita-Cita

1 September 2026 - 19:51

Bupati Tangerang Sambangi Keluarga Korban Pohon Tumbang Di Teluknaga

1 September 2026 - 19:42

Trending di Kabupaten Tangerang