Menu

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Kota Tangerang · 19 Apr 2024 ·

Pj Wali Kota Nurdin Siapkan Skema Optimalisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat


 Pj Wali Kota Tangerang Dr Nurdin, S.Sos.,M.Si saat memimpin Rapat Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat. Foto: ist Perbesar

Pj Wali Kota Tangerang Dr Nurdin, S.Sos.,M.Si saat memimpin Rapat Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat. Foto: ist

Kota Tangerang – Permasalahan sampah masih menjadi persoalan yang perlu mendapatkan perhatian serius bagi semua pihak. Tak terkecuali di Kota Tangerang dengan volume sampah yang mencapai 1500 ton per harinya.

Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menyiapkan skema Pengelolaan Sampah Terpadu sebagai salah satu solusi permasalahan sampah di Kota Tangerang.

“Secara tradisional, selama ini pengelolaan sampah sudah kita lakukan dengan mengumpulkan pada titik-titik tertentu ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS), untuk kemudian diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir di Rawa Kucing. Namun, mengingat kapasitas tempat pembuangan yang semakin lama semakin terbatas tentunya diperlukan tata kelola alternative. Salah satunya adalah dengan upaya mereduksi volume sampah dari sumbernya,” terang Pj Wali Kota, dalam arahannya saat memimpin audiensi dengan para Kepala Perangkat Daerah di Ruang Rapat Wali Kota Tangerang, Jum’at, (19/04).

Untuk itu, Dr. Nurdin, memdorong agar pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat terus dimasifkan sebagai upaya mereduksi volume sampah dari sumbernya.

“Konsep zero waste mulai dari reduce, reuse dan recycle harus dapat dimulai dari rumah tangga. Untuk itu, perlu dimasifkan selain melalui edukasi juga harus ditunjang dengan program yang dapat memberikan value berupa nilai ekonomis dan ekologis,” jabar Dr. Nurdin.

“Seperti yang sudah dilakukan di beberapa tempat yaitu Gemas Implan atau di Kampumg Genpul. Kita dorong agar dapat lebih menggiatkan koperasinya dan diintegtasikan dengan bank sampah serta pemanfaatan teknologi dan aplikasi,” sambungnya.

Lebih lanjut, Dr. Nurdin, mengajak seluruh masyarakat agar lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan dengan mengurangi dan memilah sampah rumah tangga.

“Mindsetnya harus diubah bukan lagi membuang sampah pada tempatnya, tetapi menyimpannya di tempat yang sesuai dengan kategorinya untuk nanti dikumpulkan petugas menjadi produk-produk bernilai ekonomis atau menghasilkan uang serta bernilai ekologis atau bermanfaat bagi keberlangsungan ekosistem di lingkungan kita,” tukas Pj. [red]

Artikel ini telah dibaca 78 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bangga, 58 Daerah Replikasi SISGITA Tangsel, Benyamin Ungkap Manfaat Integrasi Data Tanah dan Pajak

21 September 2026 - 19:21

Jaga Air Baku, Pemkot Tangerang Ajak Perusahaan Normalisasi Sungai Cisadane

21 September 2026 - 18:34

DPUPR Kota Tangerang Pastikan Normalisasi Kali Ledug Tuntas Sesuai Target

21 September 2026 - 17:03

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Sachrudin: Aparat di Wilayah Harus Gercep

21 September 2026 - 16:12

Sasar Pesantren yang Belum Terjangkau MBG, PW MPI Banten Gelar Makan Bahagia Gratis

20 September 2026 - 17:02

Hadiri Pelantikan PAC dan Ranting Gerindra Se-Kota Tangerang, Sufmi Dasco : Targetnya Cuma Menang

20 September 2026 - 14:23

Trending di Kota Tangerang