Menu

Mode Gelap
Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025

Kota Tangerang · 6 Jul 2026 ·

Buka Pelatihan KTB, Sachrudin: Gotong Royong Jadi Benteng Utama Mitigasi Bencana  


 Wali Kota Tangerang Sachrudin Didampingi Kalak BPBD Kota Tangerang Mahdiar saat membuka Pelatihan Kelurahan Tangguh Bencana (KTB) di Kelurahan Jurumudi Baru, Kota Tangerang. Foto: Ist Perbesar

Wali Kota Tangerang Sachrudin Didampingi Kalak BPBD Kota Tangerang Mahdiar saat membuka Pelatihan Kelurahan Tangguh Bencana (KTB) di Kelurahan Jurumudi Baru, Kota Tangerang. Foto: Ist

Kota Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat ketahanan wilayah terhadap potensi bencana sejak dini. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Kelurahan Tangguh Bencana (KTB) di Kelurahan Jurumudi Baru, Kota Tangerang, Senin (06/07/2026).

Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, menegaskan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya tugas pemerintah atau BPBD, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Bencana tidak pernah bisa kita prediksi. Tapi kesiapsiagaan harus selalu kita siapkan. Kesiapsiagaan inilah yang menentukan cepat atau lambatnya kita menyelamatkan diri dan lingkungan,” tegas Sachrudin.

Ia menekankan, pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana bertujuan membangun masyarakat yang lebih mandiri, sigap, dan memahami langkah mitigasi secara tepat, sehingga mampu meminimalkan risiko saat bencana terjadi.

Menurutnya, wilayah Jurumudi Baru yang berada di kawasan padat penduduk dan mobilitas tinggi membutuhkan penguatan koordinasi dan solidaritas warga sebagai benteng pertama keselamatan.

“Tidak ada yang lebih kuat dari gotong royong. Ketika warga paham risiko dan tahu harus berbuat apa, maka dampak bencana bisa ditekan seminimal mungkin,” ujarnya.

Sachrudin, juga meminta jajaran lurah hingga camat untuk lebih aktif turun ke lapangan, mendengar kebutuhan warga, serta memastikan sarana dan prasarana lingkungan tetap dalam kondisi baik dan aman.

Ia turut menekankan pentingnya penguatan posko kedaruratan di tingkat RW agar benar-benar aktif, terlatih, dan siap bergerak kapan pun dibutuhkan.

“Posko RW harus senantiasa aktif, bukan hanya nama. Di situlah awal respons cepat kita terhadap keadaan darurat. Dengan kesiapsiagaan yang baik di tingkat lingkungan, diharapkan penanganan awal dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” pungkasnya.[red]

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kafilah Kota Tangerang Siap Berlaga di MTQ XXIII Banten, Sachrudin Optimistis Bawa Pulang Piala Bergilir

6 Juli 2026 - 23:14

Apel Pegawai, Wali Kota Sachrudin Instruksikan Ini!

6 Juli 2026 - 12:42

Ika Lestari Terpilih Secara Aklamasi Pimpin PK Golkar Kecamatan Cipondoh

5 Juli 2026 - 17:40

Soehaery Kahfi Nahkodai PDBI Kota Tangerang Periode 2026-2030

4 Juli 2026 - 22:01

Soehaery Kahfi Nahkodai PDBI Kota Tangerang

4 Juli 2026 - 18:39

Kota Tangerang Tampil di Karnaval Budaya Nusantara, Sachrudin : Bisa Jadi Magnet Wisatawan

2 Juli 2026 - 21:39

Trending di Kota Tangerang