Menu

Mode Gelap
Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30

Banten · 15 Okt 2023 ·

240.402 Keluarga di Banten Masih Dolbon, Janur: Rapat di Hotel Mewah, Bangun Jamban Saja Susah


 Koordinator Jaringan Nurani Rakyat (Janur) Banten, Ade Yunus saat Membangun MCK Masyarakat dibilangin Pakuhaji Kabupaten Tangerang. Foto : TangerangPos Perbesar

Koordinator Jaringan Nurani Rakyat (Janur) Banten, Ade Yunus saat Membangun MCK Masyarakat dibilangin Pakuhaji Kabupaten Tangerang. Foto : TangerangPos

Serang – Hal mengejutkan disampaikan oleh Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Virgojanti bahwa masih terdapat 240.402 Keluarga di Provinsi Banten yang modol di kebon (dolbon) atau buang air besar (BAB) sembarangan karena tidak memiliki Jamban.

“Masih ada keluarga yang belum memiliki jamban layak mencapai 13,05 persen atau 240.402 se Banten,” Ungkap Virgojanti, Selasa (10/10/2023) lalu.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat tersebut, Virgo minta OPD terkait untuk Fokus pada pembangunan Jamban keluarga.

“Nggak usah memperbanyak membangun jalan lah, kita bangun jamban aja. Dinas Kesehatan dan Perkim tolong fokus,” terangnya.

Virgo merinci, masyarakat yang dolbon paling banyak berada di Kabupaten Pandeglang mencapai 25,02 persen. Selanjutmya Kabupaten Lebak mencapai 19,87 persen.

Kemudian Kabupaten Serang 15,31 persen, Kabupaten Tangerang 12,65 persen, Kota Serang 8,94 persen, Kota Cilegon 7,40 persen, Kota Tangerang 5,13 persen dan Kota Tangerang Selatan 4,44 persen.

“Ini Pandeglang dan Lebak sebelas dua belas, sama-sama tinggi,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Jaringan Nurani Rakyat (Janur) Banten, Ade Yunus meminta Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten/Kota memprioritaskan dan menyelaraskan program pembangunan kebutuhan dasar masyarakat salah satunya adalah Pembangunan MCK yang layak.

“Inilah yang kita prihatinkan sangat kontraproduktif, ditengah kebutuhan dasar masyarakat yang belum terpenuhi seperti MCK, namun masih kita saksikan kegiatan-kegiatan rapat di hotel mewah dan acara ceremonial megah, bukti alokasi APBD belum berpihak pada rakyat,” Tegasnya.

Terkait dengan mindset masyarakat yang masih terbiasa dan lebih menikmati dolbon, Ade ungkapkan bahwa harus seiring sejalan antara pemenuhan fasilitas dengan edukasi.

“Jambanya dibangun, edukasi berjalan, jadi bukan dibalik sosialisasi PHBS gencar sementara fasilitasnya tidak disediakan,” Tandasnya.

Tak hanya sekedar mengkritisi, Ade mengungkapkan bahwa pihaknya terus bersinergi dengan stakeholders terkait untuk dapat turut serta mendukung program pemerintah daerah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Alhamdulilah kemarin kita telah bedah RTLH menjadi layak huni serta membangun jamban layak yang diresmikan pak Bupati Zaki, dan program ini akan terus simultan secara berkelanjutan bersinergi dengan stakeholders terkait, karena tidak bisa sekedar mengkritisi harus ada gerak dan aksi,” Pungkasnya.[red]

Artikel ini telah dibaca 84 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gubernur Andra Soni Pimpin Penandatanganan Komitmen SPMB Ramah Tahun Ajaran 2026-2027

3 Juni 2026 - 19:24

Pemprov Banten Raih Opini Kualitas Tinggi Tanpa Maladministrasi dari Ombudsman RI

3 Juni 2026 - 18:03

Gubernur Andra Soni Tekankan Pentingnya Peran Perempuan dalam Pembangunan

3 Juni 2026 - 14:46

Hari Ini Penandatanganan Komitmen SPMB Ramah, Andra Soni: Tidak Ada Titip Menitip 

3 Juni 2026 - 06:02

Hadiri Purna Tugas Dua Pejabat Eselon II, Gubernur Andra Soni Minta Dedikasi Tiada Henti untuk Masyarakat

1 Juni 2026 - 17:39

Angka Melek Huruf Generasi Muda Banten Tembus 99,95 Persen, Cerminkan Kemajuan Pendidikan

30 Mei 2026 - 17:19

Trending di Banten