Kota Tangerang – Gubernur Banten Andra Soni mendorong penguatan pembinaan olahraga futsal secara berjenjang dan berkelanjutan untuk melahirkan atlet berprestasi. Upaya ini salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan kompetisi yang memberikan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan bakat dan mengasah kemampuan bertanding.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Andra Soni saat membuka ajang FIN Super League Futsal Antarpelajar 2026 di Gelanggang Olahraga (GOR) Nambo Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Sabtu (31/10/2026). Turnamen ini diikuti 32 tim dari jenjang SMA, SMK, dan MA se-Provinsi Banten.
Andra Soni mengapresiasi kolaborasi FIN sebagai jaringan media massa, Asosiasi Futsal Indonesia (AFI) Provinsi Banten, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten yang telah bersinergi menyelenggarakan kompetisi tersebut.
”Saya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkolaborasi dan mengambil bagian dalam penyelenggaraan kegiatan ini,” ujar Gubernur Andra Soni.
Menurutnya, FIN Super League Futsal 2026 bukan sekadar ajang pertandingan, melainkan juga ruang strategis untuk menemukan dan mengembangkan talenta muda Banten.
”Dengan melibatkan pelajar dari berbagai kabupaten dan kota, kompetisi ini memberikan kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak kita untuk menunjukkan kemampuan, mengukur prestasi, serta mendapatkan pengalaman bertanding,” tuturnya.
Lebih lanjut, Gubernur Andra Soni mendorong PSSI dan Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Banten untuk memperbanyak frekuensi pertandingan. Intensitas kompetisi dinilai sebagai salah satu faktor penting dalam meningkatkan kemampuan dan kualitas atlet.
”Semakin banyak pertandingan, akan semakin (banyak) menghasilkan atlet-atlet terbaik,” imbuhnya.
Ia juga optimistis futsal Indonesia, khususnya atlet dari Banten, memiliki peluang untuk bersaing di tingkat dunia. Hal ini lantaran futsal tidak hanya mengandalkan postur tubuh, tetapi juga kecepatan dan kelincahan pemain. Oleh karena itu, pembinaan berkelanjutan sangat krusial dilakukan untuk mencetak atlet berprestasi di masa depan.
”Mari kita bangun Provinsi Banten sebagai daerah yang tidak hanya memiliki banyak talenta olahraga, tetapi juga memiliki sistem pembinaan yang mampu mengantarkan talenta tersebut menjadi atlet berprestasi,” jelasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Asosiasi Futsal Provinsi Banten, Awal Pasenggong, menjelaskan bahwa FIN Super League Futsal 2026 memiliki tiga tujuan utama, yakni pemerataan pembinaan, kompetisi gratis, serta pembinaan berjenjang yang berorientasi pada prestasi.
”Peserta kompetisi ini merupakan empat perwakilan dari masing-masing kabupaten/kota se-Provinsi Banten. Tujuannya agar pembinaan tidak terpusat di satu kota, tetapi merata di delapan kabupaten dan kota,” paparnya.
Pada kesempatan itu, Awal juga menegaskan kesiapan Banten untuk menyelenggarakan Pra-PON 2027. Kesiapan ini diharapkan menjadi motivasi bagi para atlet muda untuk terus memacu kemampuan.
”Sehingga, ini bisa menjadi motivasi bagi adik-adik untuk kembali berprestasi ke depan dan membawa Banten menjadi lebih baik lagi dalam hal futsal,” katanya.
Di sisi lain, Direktur fin.co.id Verry Madur menuturkan bahwa ajang ini tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan. Kompetisi ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antarpelajar sekaligus menjaring bibit unggul futsal di Banten.
Menurutnya, Banten memiliki potensi atlet muda yang luar biasa dan perlu mendapat ruang berkembang melalui kompetisi berkesinambungan.
”Kalau bisa, acara-acara seperti ini terus berkesinambungan. Karena pasti banyak bibit-bibit luar biasa di Provinsi Banten,” pungkas Verry.[red]












