Menu

Mode Gelap
Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir

Kabupaten Tangerang · 27 Agu 2026 ·

Menjaga Kawasan Hutan Lindung Mangrove, Upaya Nyata Melindungi Masyarakat Pesisir


 Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) saat Tanam Mangrove di Kawasan Hutan Lindung Mangrove Pesisir Utara Kabupaten Tangerang. Foto: TangerangPos Perbesar

Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) saat Tanam Mangrove di Kawasan Hutan Lindung Mangrove Pesisir Utara Kabupaten Tangerang. Foto: TangerangPos

Tangerang – Para peneliti dari University of Queensland, menulis di The Conversation bahwa melestarikan hutan mengrove dengan mendeklarasikan taman dan kawasan lindung lainnya merupakan solusi yang logis.

“Namun sering kali, suatu negara menganggap kawasan yang dilindungi sebagai sebuah kerugian, membatasi pemanfaatannya oleh manusia, dan mengabaikan manfaatnya bagi manusia,” tulis The Conservation.

Mangrove juga berperan sebagai cara alami untuk mengatasi perubahan iklim. Akarnya memerangkap sedimen, mengubur karbon anorganik dan organik dalam prosesnya.

Mangrove juga menyimpan karbon dalam biomassanya. Secara keseluruhan, hutan laut ini menyimpan karbon hampir tiga kali lipat dibandingkan hutan hujan tropis, dua kali lipat dibandingkan rawa gambut, dan hampir tujuh kali lipat dibandingkan lamun.

“Penelitian baru kami menunjukkan bahwa Anda tidak harus memilih antara alam dan manusia. Melindungi hutan mangrove merupakan sebuah solusi yang saling menguntungkan, mengingat betapa berharganya hutan mangrove bagi masyarakat pesisir, nelayan, dan perjuangan melawan perubahan iklim,”

Kawasan lindung merupakan cara yang baik untuk mengurangi hilangnya hutan mangrove. Ketika pemerintah berencana untuk menciptakan kawasan ini, tujuannya biasanya adalah untuk melindungi keanekaragaman hayati sekaligus meminimalkan konflik dengan pemanfaatan oleh manusia.

“Dalam penelitian kami, kami menemukan bahwa jaringan kawasan lindung di seluruh dunia tidak berfungsi dengan baik dalam melindungi keanekaragaman hayati mangrove atau manfaat ekosistem yang diberikan oleh mangrove.” tulis tim penelti. “Faktanya, ini tidak lebih baik daripada hanya memilih area secara acak.”

Bahkan lebih baik lagi, tim peneliti menemukan bahwa optimalisasi konservasi keanekaragaman hayati dan jasa ekosistem hanya memerlukan 3–9% lebih banyak kawasan yang dilindungi dibandingkan dengan kawasan perlindungan mangrove yang hanya berdasarkan pada penyelamatan spesies saja.[natgeoindonesia]

 

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bupati Tangerang Terima Kunjungan Komisi VII DPR RI, Kunjungi Kawasan Industri Cikupa Mas

26 Agustus 2026 - 16:08

Wabup Intan Ajak Warga Teladani Nabi Besar Muhammad SAW

25 Agustus 2026 - 17:47

Banten Siap Jadi Pionir Ekosistem Pelayanan Pertanahan yang Cepat dan Tepercaya

24 Agustus 2026 - 11:29

Wabup Intan Ajak Warga Isi Kemerdekaan Dengan Karya, Kebersamaan dan Gotong Royong

23 Agustus 2026 - 20:20

Pekan Raya Balaraja Kedua Resmi Dibuka, Bupati Tangerang Dorong Pelestarian Budaya dan Penguatan UMKM

22 Agustus 2026 - 21:21

Green Belt Mangrove, Upaya Mitigasi Megathrust dan Tsunami Berbasis Ekosistem

22 Agustus 2026 - 06:02

Trending di Kabupaten Tangerang