Tangerang – Sebagai langkah dan upaya nyata mengurangi risiko banjir, UPTD DAS Cidurian-Cisadane, DPUPR Kota Tangerang dan Komunitas Peduli Sungai yang tergabung dalam Banksasuci Foundation rutin melaksanakan aksi bersih-bersih Kali dan Sungai.
“Atas arahan dan dukungan Pak Gub dan Pak Wali, saat ini kami fokus bebersih diwilayah Kali Sabi dan Kali Ledug, karena diwilayah yang dilintasi kali Sabi dan kali Ledug ini kemarin terjadi banjir paling parah sepanjang sejarah hinga mencapai 3 meter, 8.812 jiwa terdampak dan 3.947 warga terpaksa mengungsi,” Ungkap Ketua Banksasuci Foundation, Ade Yunus Jum’at (12/06/2026).
Ade menambahkan bahwa selain normalisasi sungai, kali dan situ yang sedang dilaksanakan juga perlu upaya bersama bebersih sampah di saluran kali sebagai langkah nyata mitigasi bencana hidrometeorologi.
“Bersamaan dengan kegiatan normalisasi, perlu upaya menjaga saluran kali agar tidak tersumbat dan bisa mengalir dengan lancar, selain sampah domestik dan stereform dilapangan juga kami banyak menemukan gedebog pisang, batang pohon hingga kasur springbed, Alhamdulillah dibantu alat berat dari UPTD DAS dan DPUPR Kota,”sambungnya.
Tantangan yang paling berat sesungguhnya menurut Ade adalah edukasi komunikasi perubahan perilaku kepada masyarakat agar tidak menjadikan kali sebagai tempat pembuangan sampah.
“Tidak mudah, namun harus dilakukan secara berkelanjutan dan berkesinambungan, edukasi harus terus dilakukan secara simultan dan rutin, pendekatannya adalah mengajak terlibat dan turut serta, bukan menceramahi lewat seminar,” Pungkasnya. [red]










