Menu

Mode Gelap
Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30

Kabupaten Tangerang · 10 Jun 2026 ·

Kawal Isu Lingkungan Hidup, Enviromental Journalist Network Resmi Dideklarasikan


 Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid bersama Presidium Enviromental Journalist Network (EJN). Foto: TangerangPos Perbesar

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid bersama Presidium Enviromental Journalist Network (EJN). Foto: TangerangPos

Kabupaten Tangerang – Environmental Journalist Network (EJN) atau Jaringan Jurnalis Lingkungan yang baru saja dideklarasikan pada Rabu, 10 Juni 2026 di Wilayah Ketapang Urban Aquaculture Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang tersebut bakal mengawal sejumlah isu lingkungan hidup.

Koordinator presidium EJN, Sri Mulyo mengatakan bahwa keberadaan EJN bakal menjadi wadah representatif mitra Pentahelix dalam Pelestarian Lingkungan Hidup.

“Jurnalis yang tergabung dalam EJN nantinya bukan hanya sekedar menyebarkan informasi dan edukasi seputar lingkungan hidup, namun juga turut aksi dalam pelestarian lingkungan hidup,” Ungkapnya.

Sementara itu Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid yang hadir pada deklarasi tersebut mengapresiasi inisiatif para jurnaliss yang tidak hanya menjalankan fungsi jurnalistik, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi pelestarian lingkungan.

“Kami bangga sekali profesi wartawan menambah aktivitasnya dengan aksi terhadap lingkungan. Inilah yang membedakan wartawan Kabupaten Tangerang dengan wartawan lainnya. Bukan hanya memberitakan, tetapi juga langsung melakukan aksi,” ujar Maesyal Rasyid.

Menurutnya, keterlibatan wartawan dalam isu lingkungan dapat menjadi kekuatan penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Wilayah Kabupaten Tangerang sekitar 71 persen masih berupa kawasan pedesaan. Karena itu pembangunan harus dilakukan secara terintegrasi antara lingkungan, infrastruktur, dan ekonomi masyarakat,” katanya.

Maesyal juga mengungkapkan bahwa kawasan Ketapang Urban Aquaculture telah menjadi salah satu model pengelolaan kawasan pesisir yang mendapat perhatian luas. Kawasan tersebut bahkan pernah dikunjungi kepala daerah dari 12 negara di Asia Timur, sejumlah menteri, hingga Kapolri.

Kegiatan ditutup dengan penanaman 10.000 Bibit Mangrove dari PT Indah Kiat Pulp and Paper Tangerang Mill di Kawasan Ketapang Urban Aquaculture tersebut. [red]

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tanam Mangrove Bareng Bupati Tangerang, PT IKPP Lanjutkan Upaya Rehabilitasi Lingkungan

10 Juni 2026 - 16:57

Bupati Tangerang dan Jaringan Jurnalis Lingkungan Tanam 10.000 Pohon Mangrove

10 Juni 2026 - 12:42

Kontingen Kabupaten Tangerang Optimistis Rebut Juara Umum POPDA & PEPAPERDA Banten

8 Juni 2026 - 23:29

Wabup Intan Gaungkan Peningkatan Kebersihan Di Lingkungan Kerja Sebagai Budaya ASN

8 Juni 2026 - 12:34

Tolak Pemanfaatan Hutan Lindung oleh PIK2, Aktivis: Komitmen Dukung Satgas PKH

8 Juni 2026 - 09:47

Gubernur Andra Soni: Olahraga Efektif Dorong Promosi Wisata dan Pertumbuhan Ekonomi

7 Juni 2026 - 12:04

Trending di Banten