Menu

Mode Gelap
Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30

Kabupaten Tangerang · 3 Mei 2026 ·

Bersiap Megatrusht, Aktivis Tanam Ribuan Mangrove sebagai Tembok Alami Pesisir Tangerang 


 Koordinator Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) Ade Yunus saat memimpin aksi penanaman ribuan mangrove di pesisir utara Tangerang. Foto: Hasan Perbesar

Koordinator Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) Ade Yunus saat memimpin aksi penanaman ribuan mangrove di pesisir utara Tangerang. Foto: Hasan

Kabupaten Tangerang – Dikutip cnbcindonesia.com, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut ada dua zona megathrust yang saat ini “tinggal menunggu waktu” untuk melepaskan energinya, yakni Megathrust Selat Sunda yang terakhir gempa pada 1757 dan Mentawai-Siberut pada 1797.

BMKG menjelaskan kondisi tersebut dikenal sebagai seismic gap, yakni wilayah yang secara geologis menyimpan energi besar karena sudah lama tidak mengalami gempa besar.

“Tinggal menunggu waktu bukan ramalan. Kalimat ini sering disalahartikan. Yang dimaksud adalah zona tersebut menyimpan potensi besar karena sudah lama tidak melepaskan energi. Bukan berarti gempa akan terjadi dalam waktu dekat,” tulis BMKG melalui akun Instagram resminya.

BMKG menegaskan istilah tersebut digunakan sebagai bentuk kewaspadaan berbasis data sejarah dan geologi, bukan untuk memicu kepanikan publik.

“Istilah ilmiah ini digunakan sebagai bentuk kewaspadaan berdasarkan data sejarah dan geologi, bukan untuk menimbulkan kepanikan. Dalam Undang-Undang No. 31/2009, BMKG bertanggung jawab atas pengamatan, pengelolaan data, dan pelayanan informasi, termasuk gempa bumi dan tsunami,” jelas BMKG.

Aktivis Lingkungan Gencarkan Penanaman Mangrove di Pesisir Utara Tangerang

Pegiat dan aktivis lingkungan yang tergabung dalam Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) terus gencarkan gerakkan tanam mangrove dibibir pantai sebagai upaya nyata mitigasi bencana tsunami dan megatrusht.

Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) Gencarkan Penanaman Mangrove di Pesisir Utara Tangerang sebagai upaya nyata mencegah abrasi, tsunami dan megatrusht. Foto: Hasan

“Mangrove adalah benteng alami pesisir yang krusial sebagai mitigasi bencana megathrust dan tsunami, karena akar dan batangnya yang rapat mampu menyerap energi gelombang, memperlambat arus, serta mencegah abrasi,” Ungkap Koordinator Kalung, Ade Yunus, Minggu (03/05/2026).

Menurut Ade menjaga hutan mangrove di area rawan, seperti di pesisir utara Tangerang, menjadi langkah prioritas untuk melindungi masyarakat dari risiko tsunami dan megatrusht.

“Penjagaan sabuk hijau atau Green Belt di pesisir utara Tangerang dari alih fungsi lahan dan upaya pencegahan pemanfaatan hutan lindung mutlak diperlukan agar fungsi perlindungan mangrove tetap efektif,sebagai langkah nyata mitigasi bencana megathrust,” Tandasnya. [red]

 

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Buka Pekan Olahraga Buruh 2026, Bupati Tangerang: Peringatan May Day Diisi Kegiatan Positif

3 Mei 2026 - 15:07

Cetak Kader Unggul, Intan Nurul Hikmah Siapkan Program Yellow Scholarship

2 Mei 2026 - 23:30

Softlauncing Politeknik Ismet Iskandar Indonesia, Kampus Pencetak Pemimpin Masa Depan

2 Mei 2026 - 16:12

Ambil Alih Hutan Lindung Seluas 1.601 Hektar, Aktivis Apresiasi Satgas PKH dan Tolak PBPH ASG

2 Mei 2026 - 08:41

Bupati Tangerang Jumling Di Kampung Besar Teluknaga: Silaturahmi dan Serap Aspirasi

1 Mei 2026 - 20:29

Jaga Hutan Lindung 1.601 Hektar, Aktivis Gencarkan Penanaman Mangrove di Pesisir Tangerang

1 Mei 2026 - 09:17

Trending di Kabupaten Tangerang