Menu

Mode Gelap
Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30

Kota Tangerang · 3 Mar 2026 ·

‘Acuh’ Saat Air Baku Cisadane Tercemar, Aktivis Minta Menteri PU Tidak Perpanjang SIPPA Usaha Industri


 Koordinator Presidium Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung), Ade Yunus. Foto: ist Perbesar

Koordinator Presidium Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung), Ade Yunus. Foto: ist

Tangerang – Dinilai tidak peduli dan acuh saat air baku Sungai Cisadane tercemar, Aktivis dan Pegiat Lingkungan Hidup yang tergabung dalam Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) mendesak Kementerian Pekerjaan Umum tidak memperpanjang Surat Izin Pemanfaatan dan Penggunaan Air Permukaan (SIPPA) untuk usaha industri.

“Begitu Cisadane diambang batas semua Stop, lalu mereka sibuk menetralisir water treatment-nya masing-masing. Sementara air baku-nya, Sungai Cisadane itu sendiri mereka acuhkan, tidak ada upaya untuk bantu menetralisir, jadi, yah udahlah yang gak peduli gak usah diperpanjang lagi SIPPA-nya,” Ungkap Koordinator Kalung, Ade Yunus saat diskusi “Cisadane Tercemar, Siapa Peduli?”, Senin (02/03/2025).

Ade mencatat lebih kurang 59 Perusahaan diwilayah Tangerang mengambil air permukaan Sungai Cisadane untuk kebutuhan usaha industri.

“Ada yang SIPPA-nya kadaluarsa, ada yang tahun ini dan tahun depan habis, datanya kita pegang, catatan monitoring dan evaluasi kami dilapangan akan kami sampaikan kepada Gubernur dan Kementerian PU untuk jadi bahan pertimbangan,” Sambungnya.

Selain mendesak Kementerian PU untuk tidak memperpanjang SIPPA, Kalung juga konsisten mendesak Kementerian Lingkungan Hidup untuk segera menetapkan tersangka atas tercemarnya Sungai Cisadane yang mengakibatkan jutaan ikan mati dalam sekejap.

“Tidak ada ruang dan toleransi bagi Pencemar Sungai Cisadane, Tangkap segera! Atau kami turun kembali. Karena jika perdata kalau disuruh menghitung kerugian tentu tidak ternilai, karena mereka tidak mampu mengembalikan upaya restorasi dan pelestarian Cisadane yang selama ini telah dilakukan,” Tandasnya. [red]

Artikel ini telah dibaca 60 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pawai Taaruf Meriahkan Pembukaan STQ Kecamatan Cibodas Tahun 2026

18 Mei 2026 - 16:22

Cuaca Tak Menentu, BPBD Kota Tangerang Imbau Warga Tetap Waspada

18 Mei 2026 - 15:59

Dalang Sepuh R.Mustaya Wafat, Sachrudin: Kita Kehilangan Budayawan Kota Tangerang

17 Mei 2026 - 20:15

Saksikan Kemeriahan Bandoeng 10K, Maryono Tantang Tangerang 10K Tampil Lebih Bombastis!

17 Mei 2026 - 14:05

DPUPR Kota Tangerang Anggarkan Rp8,8 Milyar untuk Belanja BBM dan Pelumas

16 Mei 2026 - 14:30

Cegah Banjir, UPTD DAS Cidurian-Cisadane, DPUPR Kota dan Banksasuci Bersihkan Sampah di Kali Ledug 

14 Mei 2026 - 08:44

Trending di Banten