Menu

Mode Gelap
Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30

Kota Tangerang · 15 Feb 2026 ·

Manajemen Gudang Pestisida Analogikan Korban Begal, Aktivis: Perusahaan Lalai dan Harus Bertanggung Jawab


 Jutaan Ikan Mati Mengambang di Sungai Cisadane Akibat Pencemaran yang diduga bersumber dari Gudang Biotek Saranatama Taman Tekno BSD Kota Tangerang Selatan. Foto: TangerangPos Perbesar

Jutaan Ikan Mati Mengambang di Sungai Cisadane Akibat Pencemaran yang diduga bersumber dari Gudang Biotek Saranatama Taman Tekno BSD Kota Tangerang Selatan. Foto: TangerangPos

Kota Tangsel – Manager Operasional PT Biotek Saranatama, Luki membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane bahkan menganalogikan korban begal dan pelaku begal yang mati.

“Ini kan musibah. Sama kayak mungkin kejadian orang dibegal, terus akhirnya si pembegal dibunuh misalnya. Itu kan efek. Dia sebenarnya korban juga kan. Karena ini musibah,” ujar Luki, dikutip kompas.com, Sabtu (14/02/2026).

Luki menjelaskan bahwa gudang tersebut hanyalah tempat penyimpanan bukan tempat produksi.

“Kita memang enggak ada limbah sebenarnya. Ini tempat penyimpanan saja, bukan pabrik. Penyimpanan itu tidak ada limbah, Misalnya di rumah punya racun tikus atau obat nyamuk, lalu tiba-tiba kebanjiran dan mencemari lingkungan. Kira-kira seperti itu,” Terangnya.

Terkait dengan tidak adanya IPAL, menurut Luki karena perusahaannyanbukan industri dan tidak memiliki limbah sehingga tidak memiliki kewajiban memiliki IPAL dan menyerahkan kepada Pengelola Kawasan Tekno.

“Kalau IPAL mungkin nanti kaitannya dengan kawasan Taman Tekno,” tandasnya.

Aktivis Lingkungan Nilai Gudang Pestisida Lalai dan Minta Bertanggung Jawab

Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang yang concern dalam pelestarian Sungai Cisadane, Ade Yunus menilai bahwa perusahaan penyimpanan Pestisida di Pergudangan Taman Tekno BSD lalai dan minta untuk bertanggung jawab.

“Setiap gudang atau area Bahan kimia wajib memiliki kelengkapan Safety baik APAR Khusus bahan kimia serta WWTP jika terjadi tumpahan, sehingga saat terjadi kebakaran dan tumpahan ke saluran drainase maupun outlet, langsung segera ditutup dan ditampung di WWTP sendiri sebelum air mengalir ke Kali Jaletreng,” Ungkap Ade.

Ade sepakat bahwa kebakaran yang terjadi adalah musibah, namun tidak memiliki perlengkapan dan fasilitas manajemen resiko bencana adalah kelalaian.

“Begini, kan sudah tahu yang disimpan digudang itu zat kimia berbahaya, tentu dihitung resiko bencananya, kalau kebakaran gimana? Kalau tumpah gimana? Makanya perlu ada Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk memastikan Standar Prosedur dan Fasilitas tersedia bila terjadi bencana, kalau tidak ada namanya lalai, kalau lalai yah tanggung jawab dong,” Tandasnya. [red]

Artikel ini telah dibaca 210 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pawai Taaruf Meriahkan Pembukaan STQ Kecamatan Cibodas Tahun 2026

18 Mei 2026 - 16:22

Cuaca Tak Menentu, BPBD Kota Tangerang Imbau Warga Tetap Waspada

18 Mei 2026 - 15:59

Dalang Sepuh R.Mustaya Wafat, Sachrudin: Kita Kehilangan Budayawan Kota Tangerang

17 Mei 2026 - 20:15

Saksikan Kemeriahan Bandoeng 10K, Maryono Tantang Tangerang 10K Tampil Lebih Bombastis!

17 Mei 2026 - 14:05

DPUPR Kota Tangerang Anggarkan Rp8,8 Milyar untuk Belanja BBM dan Pelumas

16 Mei 2026 - 14:30

Cegah Banjir, UPTD DAS Cidurian-Cisadane, DPUPR Kota dan Banksasuci Bersihkan Sampah di Kali Ledug 

14 Mei 2026 - 08:44

Trending di Banten