Menu

Mode Gelap
Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025

Banten · 7 Mei 2025 ·

Aktivis Lingkungan Dukung Giant Sea Wall di Banten Gunakan Metode Green Solution Pakai Mangrove


 Relawan Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang saat melakukan aksi penanaman Bibit Mangrove di Perairan Tangerang. Foto: TangerangPos Perbesar

Relawan Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang saat melakukan aksi penanaman Bibit Mangrove di Perairan Tangerang. Foto: TangerangPos

Tangerang – Koordinator Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang, Ade Yunus mendukung langkah pemerintah pusat membangun tanggul laut atau Giant Sea Wall di wilayah Banten menggunakan metode gray solution dan green solution dengan menanam pohon mangrove.

“Upaya mitigasi bencana megathrust dan tsunami, kami mendukung pembangunan tanggul laut atau Giant Sea Wall di wilayah Banten menggunakan metode gray solution dan green solution pakai pohon mangrove,” Ungkap Ade, kepada awak media, Rabu (07/05/2025).

Menurut Ade, kawasan perairan Banten lebih cocok menggunakan metode natural dengan menjadikan hutan mangrove sebagai tembok alami.

“Hasil diskusi kami dengan rekan-rekan, bahwa hutan mangrove merupakan tembok alami, jadi pendekatan skala prioritas di perairan Banten lebih cocok menggunakan metode natural,” Sambungnya.

Ade juga mengingatkan agar Pemerintah juga nantinya memperhatikan penataan Daerah Aliran Sungai (DAS) agar lebih komprehensif.

“Rencana pembangunan Giant Sea Wall nantinya juga harus komprehensif memperhatikan sumber daya air khususnya Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk juga turut dilakukan penataan,” harapnya.

Sebelumnya, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan bahwa pihaknya baru melakukan pembahasan awal untuk pembangunan giant sea wall.

Rencananya proyek Strategis Nasional tersebut akan dilakukan secara integrasi dan pemuktahiran semua studi-studi soal giant sea wall yang sudah ada di Indonesia.

AHY juga mengatakan ada kemungkinan pembangunan tanggul laut tidak akan dilakukan secara penuh dari Banten hingga Jawa Timur. Maksudnya, tembok beton tidak akan secara penuh dibangun dari Cilegon sampai Gresik.

“Jadi dikerjakan paralel lah. Misal pesisir utara Jawa tak semua jadi prioritas nomor satu. Ada beberapa yang masih bisa pendekatan lain, ada gray solution dan green solution. Bisa green solution pake mangrove dan sebagainya atau kombinasi beton dan green solution,” Tandasnya. [red]

Artikel ini telah dibaca 136 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Infrastruktur Banten Diperkuat, Pemprov Ajukan 50 Ruas Jalan Melalui IJD 2026

23 Juni 2026 - 21:35

Jalan Rusak Tinggal Kenangan, Warga Malanggah Serang Kini Lebih Mudah ke Sekolah dan Puskesmas

22 Juni 2026 - 19:58

Pemprov Banten Siapkan Relokasi SMAN 3 Rangkasbitung ke Lahan yang Lebih Luas

22 Juni 2026 - 17:58

Gubernur Andra Soni Tegaskan SPMB Transparan dan Akuntabel

22 Juni 2026 - 15:52

Sekda Deden Ikuti Gerakan Antar Anak Ambil Rapor, Bangun Ikatan Emosional dengan Anak

19 Juni 2026 - 18:50

Gubernur Andra Soni Raih Anugerah SMSI 2026 Kategori Spirit Pers Indonesia

18 Juni 2026 - 20:38

Trending di Banten