Menu

Mode Gelap
Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025

Nasional · 6 Jul 2024 ·

A.Zaki Iskandar: Bukan Hanya Sekolah Negeri yang Gratis, Sekolah Swasta Juga Harus Gratis


 Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, A. Zaki Iskandar. foto: ist Perbesar

Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, A. Zaki Iskandar. foto: ist

Jakarta – Ketua DPD Golkar DKI Jakarta yang juga Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar merasa prihatin dan memberikan perhatian khusus terhadap berbagai masalah pendidikan di Jakarta.

Salah satu isu yang disoroti Zaki adalah pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang sering menimbulkan masalah bagi para orang tua.

“Untuk orang tua yang masih punya anak di SD, SMP, dan SMA, penerimaan murid baru ini menjadi satu momok setiap tahun,” ujar Bang Zaki, panggilan akrabnya, dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (3/7).

Bang Zaki mengungkapkan banyak orang tua yang merasa kecewa dengan sistem zonasi PPDB, terutama terkait penghitungan jarak rumah dengan sekolah yang sering menimbulkan kendala.

Bahkan ada orang tua yang membawa alat ukur meteran untuk membuktikan jarak rumah dengan sekolah pilihan.

“Sayangnya, meski jarak sekolah hanya 20 meter, karena beda kecamatan, anaknya tidak diterima,” ungkap pria yang juga pernah menjabat Bupati Tangerang 2013-2023 tersebut.

Selain masalah PPDB, Zaki juga menyoroti kondisi sarana-prasarana sekolah yang tidak memadai untuk menampung seluruh siswa SD, SMP, dan SMA di Jakarta.

Ia mengkritik daya tampung sekolah lanjutan yang semakin menurun seiring meningkatnya jenjang pendidikan.

“Bagaikan piramida. SD bisa menampung 50 ribu siswa, SMP hanya setengahnya, 25-30 ribu. Di SMA, hanya 15 ribu yang diterima. Jadi, 35 ribu anak mau dikemanakan?” katanya.

Bupati Tangerang dua periode tersebut juga prihatin dengan tingginya biaya sekolah swasta yang membebani banyak orang tua.

Ia meminta Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Basri Baco untuk menyelesaikan masalah ini jika terpilih sebagai pimpinan DPRD DKI pada periode mendatang.

“Kemarin saya minta Basri Baco, jika jadi pimpinan DPRD, agar APBD DKI bisa membantu sekolah swasta, memperingan biaya pendidikan anak-anak kita. Kalau perlu, sekolah swasta juga bisa dibuat gratis. Sebab, SILPA sebesar Rp10 triliun cukup untuk itu,” pungkasnya.[red]

Artikel ini telah dibaca 215 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

BNI inisatif Melaporkan Skandal KUR Petani di Jember, Kawendra Apresiasi Dan Dorong Pembenahan Internal

14 Juli 2026 - 22:55

Jampidsus Tetapkan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Pertambangan Mineral Bukan Logam

9 Juli 2026 - 07:54

Ahmad Chalil Gibran Resmi Mencalonkan Ketua Umum PB SEMMI Periode 2026-2028

6 Juli 2026 - 18:21

Ika Lestari Terpilih Secara Aklamasi Pimpin PK Golkar Kecamatan Cipondoh

5 Juli 2026 - 17:40

Mas Kawe Hadiri Segoro Topeng Kaliwungu 2026, Dukung Lumajang Jadi Destinasi Wisata Budaya Nasional

28 Juni 2026 - 19:16

Menteri LH Tegaskan Posisi Indonesia Terkait Standar Kredit Keanekaragaman Hayati Global

26 Juni 2026 - 23:19

Trending di Nasional