Menu

Mode Gelap
JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30 Hari Kebaya Nasional, Gubernur Banten Andra Soni: Simbol Identitas Perempuan Indonesia

Kabupaten Tangerang · 24 Jun 2025 ·

Sungai Cirarab Masih Tercemar, Dari 23 Sumber Titik Pencemar Baru 5 Titik Disegel KLH


 Kondisi Sungai Cirarab dibawah Jembatan Tahang, Sukadiri nampak hitam bercampur busa putih dengan aroma bau menyengat. Foto: TangerangPos Perbesar

Kondisi Sungai Cirarab dibawah Jembatan Tahang, Sukadiri nampak hitam bercampur busa putih dengan aroma bau menyengat. Foto: TangerangPos

Kabupaten Tangerang – Sungai Cirarab yang dulunya menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat Kabupaten Tangerang, kini terpaksa menanggung julukan yang memprihatinkan yakni kali hitam dan kali bau.

Selama puluhan tahun, sungai ini diduga tercemar oleh limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), mengubahnya dari sumber air bersih menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Berdasarkan pantauan TangerangPos di Jembatan Tahang, Sukadiri pada Selasa, (24/06/2025) Sungai Cirarab nampak hitam gelap bercampur buih busa putih dengan aroma bau menyengat.

Menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait pencemaran Sungai Cirarab, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq telah menyegel 5 titik dari 23 titik sumber Pencemar Sungai Cirarab, diantaranya TPA Jatiwaringin, CV Noor Annisa Kemikal (pengelola limbah oli bekas), PT Biporin Agung Cikupa (perusahaan tekstil), PT Power Steel Mandiri (PSM) & PT Power Steel Indonesia (PSI) (perusahaan peleburan besi) dan gudang pengelolaan limbah almunium ilegal di Cikupa.

“Dari hasil penelitian diproyeksikan ada 23 titik sumber pencemaran. Maka kita akan satu-per satu diselesaikan, terindikasi berkontribusi menyebabkan pencemaran serius atas tercemar beratnya Sungai Cirarab” Ungkap Hanif di Tangerang, Jum’at (23/05/2025).

Hanif menyebut kadar logam di sungai Cirarab menembus 1.800, jauh menembus ambang batas yang hanya berkisar 400.

“Angka 1.800 artinya banyak sekali terlarut logam berat,” ujar Hanif.

Menurut Hanif penyegelan terhadap sejumlah titik pencemar Sungai Cirarab akan dilakukan secara bertahap.

“Kemarin kita sudah dapat dua titik, hari ini tiga titik persis di jalur Cirarab, sisanya mungkin 20-an lagi, kita bertahap, karena bukan hanya sungai Cirarab yang harus kita tangani banyak sekali,” tandasnya.[red]

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 211 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menko AHY Apresiasi Penataan Kawasan Terintegrasi di Pesisir Tangerang

16 April 2026 - 13:56

Jaga Green Belt Pesisir Pantai, Aktivis Lingkungan Tanam 5.000 Mangrove

15 April 2026 - 15:40

Musrenbang 2027, Bupati Tangerang Fokuskan Pada Kesejahteraan Masyarakat

14 April 2026 - 19:02

Tingkatkan Pelayanan, Wabup Intan Sidak Pasar Kelapa Dua

14 April 2026 - 18:53

Keren Jasa, Bupati Tangerang Raih Penghargaan Top BUMD Award 2026

13 April 2026 - 22:56

Hadiri HUT Ke-50 Perumdam TKR, Bupati Tangerang dan Wamen UMKM: Terus Perkuat Sinergi Tingkatkan Pelayanan

13 April 2026 - 16:16

Trending di Kabupaten Tangerang