Kota Tangerang – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana pada musim penghujan akhir tahun 2025, Pemerintah Kota Tangerang beserta stakeholders terkait akan menggelar Apel Siaga Bencana Tingkat Kota Tangerang pada Rabu, 10 Desember 2025.
Hal tersebut diketahui dari undangan berkop surat Wali Kota Tangerang Nomor B/39981/400.9.10.1/XII/2025, dengan Perihal: Apel Siaga Bencana Tingkat Kota Tangerang.
Dalam undangan tersebut tertuang bahwa untuk Lokasi Apel Siaga Bencana akan dipusatkan di Situ Cipondoh Kota Tangerang, sebanyak 214 Instansi dan lembaga akan menghadiri Apel Siaga Bencana tersebut, dengan total jumlah peserta sebanyak 679 personil.
BPBD Rumuskan SK Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengusulkan penetapan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi menyusul prediksi meningkatnya curah hujan dan potensi cuaca ekstrem pada Desember 2025 hingga Februari 2026.
“Dari hasil masukan rekan-rekan semua, termasuk BMKG, kita simpulkan bahwa Desember, Januari, dan Februari memasuki musim penghujan dengan intensitas lebih tinggi. Oleh karenanya, kita merekomendasikan kepada pimpinan, Pak Wali, untuk mengeluarkan SK Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi,” Ungkap Mahdiar.
Mahdiar menjelaskan bahwa dengan status tersebut akan memungkinkan percepatan koordinasi penanganan, termasuk dukungan personel, logistik, peralatan, dan pembiayaan darurat.
“Dengan SK tersebut, seluruh pengampu urusan kebencanaan bisa bergerak lebih efektif dan responsif,” tegasnya.
Selain kesiapan teknis, BPBD menekankan pentingnya kesadaran publik.
“Harapannya dengan SK Siaga Hidrometeorologi ini, awareness atau kewaspadaan masyarakat meningkat. Kita akan lakukan edukasi agar masyarakat bersiap, memantau perkembangan cuaca, dan melakukan langkah-langkah kewaspadaan,” kata Mahdiar.
DPRD Minta Cek Kesiapan Alat dan Personil
Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Andri S. Permana memberikan catatan bahwa Apel Siap Siaga Bencana harus menjadi momentum konsolidasi kesiapsiagaan seluruh unsur penanggulangan bencana, bukan sekadar seremoni tahunan tanpa substansi.
“Apel Siap Siaga Bencana tidak boleh cuma jadi ajang seremonial, Peralatan yang kita miliki harus kita cross-check. Cek kesiapan alatnya, cek kesiapan SDM-nya,” Ungkap Andri.
Andri juga meminta agar peralatan yang rusak atau tidak memenuhi standar justru ditampilkan agar menjadi perhatian untuk segera ditangani.
“Yang besok harus dipajang bukan hanya alat-alat yang baik. Alat yang perlu perawatan atau perbaikan harus ditampilkan, biar dilihat Pak Wali dan dicari solusi cepat,” Tandasnya. [red]













