Menu

Mode Gelap
Dinkes Kota Tangerang Siapkan Posko dan Nakes pada POPDA XI Banten Besok, Jembatan Pintu Air 10 Ditutup Sementara, Berikut Jalur Alternatifnya! Dukungan Masyarakat Menguat, Bermunculan Baliho ‘Sekda Jadi Bupati Tangerang’ Komisi II DPRD Minta RSUD Panbar dan RSUD Jubar Segera Beroperasi Anggota DPRD Banten Ade Hidayat Minta Pemprov Banten Percepat Pengoperasian RSUD Cilograng

Kota Tangerang · 1 Mar 2023 ·

Sachrudin : Gotong Royong Bebaskan Kota dari Stunting


 Sachrudin : Gotong Royong Bebaskan Kota dari Stunting Perbesar

Kota Tangerang – Antisipasi dan penanganan stunting bagi balita menjadi tanggung jawab bersama dan penanganan secara terpadu dari berbagai pihak, juga perlu adanya kolaborasi antara pemerintah daerah dan kelompok-kelompok masyarakat.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Tangerang menggelar kegiatan Orientasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang merupakan sekelompok tenaga yang dibentuk dan terdiri dari Bidan, Kader TP. PKK dan Kader KB.

Wakil Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, saat membuka kegiatan yang diikuti oleh ratusan kader TPK dari Kecamatan Cipondoh, menyampaikan tugas pokok dari Tim Pendamping Keluarga adalah melakukan pendampingan terhadap keluarga yang memiliki kerawanan terhadap stunting.

“Ini tugas mulia, agar anak – anak yang menjadi masa depan bangsa bisa terhindar dari stunting,” ujar wakil dalam acara yang berlangsung di Ruang Al Amanah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (1/3).

Sachrudin menambahkan, tim pendamping keluarga dibentuk untuk melaksanakan pendampingan meliputi penyuluhan, fasilitasi pelayanan rujukan dan fasilitasi penerimaan program bantuan sosial kepada calon pengantin atau calon pasangan usia subur, ibu hamil hingga ibu pasca persalinan.

“Anak usia 0-59 bulan serta melakukan surveilans keluarga berisiko stunting untuk mendeteksi dini faktor-faktor risiko stunting, jadi bukan tugas yang mudah perlu dikerjakan dengan gotong royong dari berbagai pihak,” pesan wakil.

Angka stunting di Kota Tangerang pada tahun 2022, lanjut wakil, angka prevalensi kasus stunting mengalami penurunan menjadi 11,8% dibanding pada tahun 2021 yang berada di angka 15,3% merujuk pada data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).

“Penurunan angka prevalensi kasus stunting ini adalah hasil kerja keras kita semua untuk menjadikan Kota Tangerang bebas stunting di tahun 2024,” tutup Sachrudin. [red]

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jadi Daya Tarik Para Investor, Dr. Nurdin: Kota Tangerang Miliki Banyak Keunggulan dan Kemudahan Investasi

25 Juni 2024 - 13:26

Ahmad Amarullah-Fadhlin Akbar Berpotensi Zone Of Possible Agreement Pilkada Kota Tangerang

25 Juni 2024 - 08:52

Apresiasi Kinerja Kelurahan, Pj Wali Kota Nurdin: Jadikan Motivasi untuk Terus Meningkatkan Pelayanan Publik

24 Juni 2024 - 18:55

PPS Kelurahan Karangsari Lantik 78 Petugas Pantarlih Pilkada Kota Tangerang

24 Juni 2024 - 17:02

Bila Gerindra Membuat Poros Baru dengan PSI, Jamaluddin Berpeluang Dipasangkan dengan Turidi Susanto

24 Juni 2024 - 13:06

HANI 2024, Bakal Calon Walikota Tangerang, Helmy Halim: Saatnya Kota Ini Punya Tempat Rehabilitasi

23 Juni 2024 - 23:02

Trending di Kota Tangerang