Menu

Mode Gelap
Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30

Banten · 7 Sep 2023 ·

Rencana Pensiunkan PLTU, Dirut PLN: Menuju Green Enabling Transmission Line


 Cerobong PLTU Lontar di Kabupaten Tangerang Pada Rabu, (06/09/2023) Pukul 21.05  terpantau Mengeluarkan Kumpalan Asap. Foto: TangerangPos Perbesar

Cerobong PLTU Lontar di Kabupaten Tangerang Pada Rabu, (06/09/2023) Pukul 21.05 terpantau Mengeluarkan Kumpalan Asap. Foto: TangerangPos

Jakarta – Dilansir dari detikfinance, PT PLN (Persero) menjalankan sejumlah strategi untuk mendorong transisi energi. Strategi itu dijalankan mengingat dunia dihadapkan tantangan pemanasan global.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, pihaknya sejak 2 tahun lalu menghapus pembangkit listrik batu bara dengan kapasitas 13 gigawatt (GW) di Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

“Pada saat kita merancang RUPTL, kita sudah menghapus, ini dua tahun lalu, menghapus 13 GW pembangkit listrik tenaga batu bara, artinya apa, kalau andaikan pembangkit ini dibangun, maka selama 25 tahun mendatang ada emisi 1,8 miliar ton CO2 tapi we can avoid kita menghindari emisi itu,” katanya dalam wawancara khusus detikcom di sela-sela ASEAN-Indo Pacific Forum (AIPF) di Hotel Mulia Jakarta, Rabu (6/9/2023).

Selain itu, PLN juga mengganti pembangkit batu bara berkapasitas 1,1 GW dengan pembangkit energi baru terbarukan.

“Kita tambah lagi, ada 1,1 GW 2 tahun lalu, pembangkit batu bara dihapus dan langsung diganti EBT,” katanya.

Darmawan mengatakan, RUPTL yang telah disusun sekitar 51,6% berasal dari pembangkit energi terbarukan. Hal itu menjadikan RUPTL ini sebagai RUPTL yang terhijau sepanjang sejarah.

“Pada waktu itu kita bangun RUPTL dimana 51,6%, 21 sekian GW tambahan pembangkitnya itu berbasis energi baru terbarukan. Pada waktu, wah ini sudah the most the greenest RUPTL dalam sejarah PLN, dalam sejarah Indonesia,” katanya.

Darmawan mengatakan, RUPTL yang ada sendiri merupakan perencanaan 10 tahun atau jangka pendek. Dia bilang, jangka menengah akan membangun transmisi hijau

Dia mengatakan, transmisi hijau ini diperlukan mengingat, wilayah yang punya sumber energi terbarukan tidak sama lokasinya dengan wilayah yang memiliki permintaan listrik.

“Kita harus membangun green enabling transmission line. Kita bangun transmisi yang bisa mengevakuasi energi baru terbarukan di lokasi yang terpencil itu ke epicentrum of demand,” katanya.

“Tentu saja langsung meningkat nih yang baseload renewable energi itu meningkat drastis sampai 2040 bisa kita tingkatkan sampai tambahan sekitar 32 GW yang tadinya sangat minimalis,” ungkapnya. [red]

Artikel ini telah dibaca 162 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bupati Tangerang Hadiri Pelepasan Peserta Didik Sekolah Genius Binong

11 Juni 2026 - 14:45

Buka Rakernas Apdesi Merah Putih, Andra Soni Tegaskan Komitmen Bangun Desa

10 Juni 2026 - 19:40

Tanam Mangrove Bareng Bupati Tangerang, PT IKPP Lanjutkan Upaya Rehabilitasi Lingkungan

10 Juni 2026 - 16:57

Gubernur Andra Soni Terima Kunjungan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Banten

10 Juni 2026 - 16:21

David Hamka: Jangan Mudah Percaya Isu yang Belum Terbukti, Biarkan Raffi Bekerja 

10 Juni 2026 - 15:57

Kawal Isu Lingkungan Hidup, Enviromental Journalist Network Resmi Dideklarasikan

10 Juni 2026 - 15:00

Trending di Kabupaten Tangerang