Menu ✖

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Banten · 22 Okt 2026 ·

Pesan Wagub Dimyati pada Hari Santri Nasional: Perkuat Akhlak, Ilmu, dan Cinta Tanah Air


 Wakil Gubernur Dimyati Natakusumah saat menghadiri peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tingkat Kabupaten Pandeglang. Foto: Ist Perbesar

Wakil Gubernur Dimyati Natakusumah saat menghadiri peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tingkat Kabupaten Pandeglang. Foto: Ist

Pandeglang – Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan, penguatan keimanan, dan pembentukan akhlak mulia bagi para santri. Hal ini dinilai penting sebagai bekal santri untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa, mencintai tanah air, dan menyongsong Indonesia Emas 2045.

Pesan tersebut disampaikan Wagub Dimyati saat menghadiri peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tingkat Kabupaten Pandeglang Tahun 2026 yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Acara ini digelar di Alun-alun Kabupaten Pandeglang, Kamis (22/10/2026), serta dihadiri oleh ribuan santri, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Dimyati mengatakan, santri memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai agama sekaligus menjadi bagian dari generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, para santri harus terus dibekali dengan ilmu yang bermanfaat, keimanan, ketakwaan, serta akhlak yang baik.

Menurutnya, santri merupakan calon pemimpin agama dan bangsa pada masa depan. Nilai-nilai kejujuran, amanah, kecerdasan, dan keberanian dalam menyampaikan kebenaran harus menjadi karakter yang melekat dalam diri setiap santri.

“Santri itu anak-anak yang saleh dan salehah. Maka, dia beriman dan bertakwa. Itu yang paling penting. Yang bisa menolong orang tuanya adalah ilmu yang bermanfaat, amal saleh, serta anak saleh dan salehah,” ungkap Wagub Dimyati.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa akhlak mulia adalah salah satu keutamaan yang wajib dijaga oleh para santri. Sikap rendah hati, santun, patuh, serta menghormati sesama menjadi kunci dalam membentuk pribadi yang mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Selain itu, Dimyati juga mengingatkan pentingnya menanamkan rasa cinta tanah air dan loyalitas terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, nilai-nilai keislaman harus berjalan seiring dengan komitmen menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

“Santri itu orang yang loyal, orang yang setia kepada NKRI, kepada bangsa, kepada Allah, dan kepada Nabi Muhammad. Mahabahnya (cinta kasihnya, red) luar biasa,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Dimyati mengibaratkan santri layaknya pion dalam permainan catur yang senantiasa membutuhkan perhatian, perlindungan, dan pembinaan.

“Santri itu ibaratnya adalah sebuah pion. Maka, dia harus dijaga, diayomi, dilindungi, dirawat, dibantu, dan diperhatikan,” jelasnya.

Perhatian tersebut, lanjut Wagub Dimyati, dibutuhkan agar santri dapat berkembang dan memainkan peran penting dalam mencapai tujuan. Ia berharap santri mendapatkan dukungan yang memadai untuk mengembangkan potensi diri, memperluas wawasan, dan meningkatkan kemampuan agar mampu berkiprah dalam berbagai bidang kehidupan.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar. Ia menegaskan, Hari Santri merupakan momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa Resolusi Jihad yang dimaklumatkan oleh K.H. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 menjadi tonggak penting yang membangkitkan semangat umat Islam. Semangat itu turut menggerakkan perlawanan rakyat yang mencapai puncaknya pada peristiwa 10 November 1945.

“Tantangan santri pada masa kini berbeda dengan masa perjuangan kemerdekaan. Jika dahulu santri berjuang mempertahankan kemerdekaan, kini santri diharapkan menguatkan negeri melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, serta pengamalan akhlak mulia,” ujar Dewi.

Untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, para santri didorong untuk tidak membatasi diri dalam meraih cita-cita. Santri dapat berkiprah sebagai ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, hingga pemimpin bangsa, tanpa meninggalkan tradisi pesantren dan nilai-nilai keislaman.

“Jangan pernah takut terhadap perubahan. Jadilah generasi yang teguh memegang nilai-nilai keislaman, terbuka terhadap kemajuan, serta mampu menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat. Sebab, bangsa yang kuat membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga jujur, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” paparnya menutup sambutan.[red]

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hari Santri, Gubernur Andra Soni Siapkan Pergub Pemberdayaan Pesantren

22 Oktober 2026 - 12:43

Wagub Banten Dimyati Natakusumah Ajak Anak Muda Bersiap Menjadi Generasi Hebat

21 Oktober 2026 - 20:10

Insiden KMP Batumandi, Gubernur Andra Soni Prioritaskan Keselamatan Penumpang

20 Oktober 2026 - 23:18

Perkuat UMKM, Gubernur Andra Soni Usulkan Raperda Penyertaan Modal

20 Oktober 2026 - 19:08

Buka MTQ Kota Serang, Sekda Deden Apriandhi Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani Berprestasi Internasional

20 Oktober 2026 - 08:57

Lepas Atlet Gateball Banten, Gubernur Andra Soni Targetkan Prestasi Tingkat Nasional

19 Oktober 2026 - 14:50

Trending di Banten