Jakarta – Gubernur Banten Andra Soni didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Jamaluddin menerima penghargaan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) pada malam tasyakuran Hardiknas 2026 kategori Apresiasi Pemerintah Daerah berkomitmen dalam implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
Rangkaian kegiatan peringatan Hardiknas 2026 yang bertemakan “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua” tersebut berlangsung di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Lantai 1 Kemendikdasmen Jl.Jenderal Sudirman Senayan Jakarta Pusat pada Senin, 25 Mei 2026.
Melalui penghargaan tersebut, meneguhkan pengakuan Provinsi Banten sebagai pelopor gerakan nasional untuk mewujudkan ekosistem sekolah yang inklusif, ramah anak, dan bebas dari perundungan.
“Sekolah bukan hanya tempat akademis, tetapi juga ruang aman secara fisik, psikologis, dan digital bagi peserta didik, melalui Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, Keamanan sekolah adalah tanggung jawab bersama antara guru, orang tua, komite sekolah guna memastikan murid terlindungi dari segala bentuk kekerasan dan perundungan,” Ungkap Gubernur Banten Andra Soni usai menerima penghargaan, Senin (25/05/2026).
Menurut Andra Soni capaian sektor pendidikan di Provinsi Banten menunjukkan tren positif. Rata-rata lama sekolah penduduk umur 15 tahun ke atas masyarakat Banten pada tahun 2025 meningkat menjadi 9,56 tahun.
Selain itu, program Sekolah Gratis yang dijalankan Pemprov Banten telah memberikan manfaat kepada 60.705 murid melalui kerja sama dengan 801 sekolah swasta yang telah lolos seleksi/tersaring di seluruh wilayah Banten.
“Saya meyakini ini merupakan salah satu kerja sama program sekolah gratis terbesar dengan sekolah swasta di Indonesia,” ujarnya optimistis. Ia berharap program tersebut dapat terus dikembangkan guna memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Banten.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti memberikan apresiasi tinggi kepada Provinsi Banten atas dua terobosan utama di bidang pendidikan, Pertama, terkait dengan terobosan sekolah swasta gratis dan Kedua, sebagai provinsi Pelopor Gerakan Sekolah Aman dan Nyaman.
“Terobosan Pemprov Banten dalam menggratiskan sekolah swasta dinilai mampu meningkatkan angka partisipasi sekolah dan memberikan manfaat langsung kepada lebih dari 60.705 murid, selain itu Banten menjadi daerah pertama di Indonesia yang mendeklarasikan gerakan sekolah aman dan nyaman bebas dari perundungan dan kekerasan,” Tandasnya.[red]









