Menu

Mode Gelap
Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025

Banten · 23 Jul 2026 ·

Gubernur Andra Soni Ajak Semua Pemangku Kepentingan Wujudkan Lingkungan Ramah Anak


 Gubernur Banten Andra Soni dan Ketua TP PKK Tinawati Andra Soni bersama 704 anak-anak Peringati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 yang dilaksanakan di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang. Foto: Ist Perbesar

Gubernur Banten Andra Soni dan Ketua TP PKK Tinawati Andra Soni bersama 704 anak-anak Peringati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 yang dilaksanakan di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang. Foto: Ist

Serang – Gubernur Andra Soni mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan sinergi dan koordinasi dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak serta menciptakan lingkungan yang ramah anak.

Hal itu disampaikan Andra Soni di depan 704 anak-anak dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 yang dilaksanakan di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Rabu (23/7/2026).

Andra Soni mengungkapkan, semangat perlindungan anak harus terus digaungkan dan berkelanjutan. Apalagi, pemerintah saat ini tengah gencar mengampanyekan gerakan Bersama Lindungi Anak (Berlian). Ini adalah gerakan kolaboratif yang mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan melindungi anak.

“Karena ketika kita menyayangi anak, melindungi anak, dan membangun masa depan mereka, sesungguhnya kita sedang membangun masa depan bangsa,” katanya.

Selain itu, pada peringatan HAN ini, pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah menetapkan Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (GERNAS #RANA). Ini adalah gerakan bersama yang mengintegrasikan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak, perlindungan, pemenuhan hak anak, partisipasi anak, penguatan keluarga, penguatan peran masyarakat, keamanan ruang digital, serta respons cepat terhadap berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.

Atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, Andra Soni juga mengucapkan selamat memperingati HAN 2026 kepada seluruh anak Indonesia, khususnya anak-anak hebat di Provinsi Banten. Ia berharap anak-anak di Banten tumbuh menjadi generasi yang unggul, inovatif, dan berkarakter serta menjadi motor penggerak pembangunan dalam membawa Banten menjadi daerah yang maju, berdaya saing, dan sejahtera.

“Keberhasilan pembangunan juga diukur dari sejauh mana anak-anak memperoleh haknya untuk hidup, tumbuh, berkembang, memperoleh pendidikan yang berkualitas, layanan kesehatan, perlindungan dari kekerasan, serta ruang untuk menyampaikan pendapat,” paparnya.

Terkait tema HAN 2026 yang saat ini diperingati dengan tema Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan, Andra Soni menilai, tema itu mengandung makna yang kuat bahwa kasih sayang, perlindungan, dan investasi terhadap anak hari ini akan menentukan pembangunan bangsa di masa depan.

“Mari kita wujudkan Provinsi Banten sebagai rumah yang aman, ramah, dan membahagiakan bagi setiap anak,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten Iwan Ardiansyah Sentono menambahkan, HAN 2026 ini menjadi momentum penting mengembalikan kepedulian orang tua terhadap anak-anaknya. Orang tua harus hadir dan berperan mendampingi tumbuh kembang anak melalui belajar dan bermain.

“Biarkan mereka tumbuh kembang dengan dunianya, belajar dan bermain. Kita sebagai orang tua mempunyai kewajiban untuk melindunginya,” katanya.

Pada kesempatan itu, Iwan juga menyoroti banyaknya anak-anak yang terjerat kasus hukum yang pada akhirnya terpaksa harus terpisah dengan orang tuanya. Menurutnya, hal tersebut harus menjadi dorongan bagi semua pihak untuk lebih peduli lagi terhadap anak-anak.

“Saya sendiri merasa sedih. Anak-anak yang seharusnya hidup di tengah-tengah hangatnya kasih sayang orang tua, justru harus terpisah dan menjalani kesehariannya di dalam dinginnya lapas anak,” ujarnya.[red]

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gubernur Andra Soni: Tahun 2026 Program Bang Andra Tangani 46,71 Kilometer Jalan Desa

23 Juli 2026 - 18:38

25 Tahun Menanti, Jembatan Piano Desa Mekarsari Kabupaten Serang Mulai Dibangun

21 Juli 2026 - 19:01

Melalui Program Sekolah Gratis, Andra Soni: Jangan Takut Bermimpi 

20 Juli 2026 - 20:50

Peluk Gubernur Andra Soni, Siswa PGRI Pandeglang: Terimakasih Pak, Saya Bisa Sekolah Gratis 

20 Juli 2026 - 20:42

Gubernur Banten Andra Soni Pastikan Semua Anak Sekolah Melalui Program Sekolah Gratis

20 Juli 2026 - 19:33

Kantor Samsat Kelapa Dua Pindah ke Office Building-Airport City Kampung Melayu Teluknaga

19 Juli 2026 - 13:54

Trending di Banten