Kabupaten Tangerang – Laut memiliki ekosistem karbon biru yang memiliki peranan penting dalam menyerap panas dan mengurangi emisi karbon. Ekosistem karbon biru tersebut terdiri atas mangrove, padang lamun (seagrass), serta rumput laut (seaweed). Ketiganya dapat membantu mengatasi krisis iklim dengan menghasilkan kualitas udara bersih.
Sebagai bentuk aksi nyata mitigasi polusi udara dan perubahan iklim, Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) tanam ribuan mangrove di muara Sungai Cileles Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang.
“Aksi ini adalah langkah awal mengajak semua pihak dalam turut serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan memulihkan ekosistem karbon biru untuk keberlanjutan lingkungan dan wujud nyata mitigasi polusi udara dalam mengurangi emosi karbon, ” Ungkap Koordinator Kalung, Ade Yunus. Minggu (10/09/2023).
Menurut aktivis kritis tersebut, penanaman mangrove tersebut selain upaya mengurangi emosi karbon juga diharapkan sebagai bentuk seruan kepada semua pihak bahwa keberlanjutan lingkungan hidup adalah tanggung jawab bersama.
“Penanganan polusi udara tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri atau masing-masing pihak, namun harus melibatkan seluruh stakeholders terkait melalui sinergitas Pentahelix,” Lanjutnya.
Ade yang juga Ketua Banksasuci Foundation tersebut, berharap kedepan Mangrove yang ditanam akan menjadi salah satu lokasi destinasi wisata edukatif.
“Melalui penanaman mangrove di muara sungai ini kedepan juga diharapkan dapat menjadi eco wisata atau wisata edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” Pungkasnya. [red]










