Menu

Mode Gelap
Hari Mangrove, Aktivis Lingkungan Tegaskan Penolakan Pemanfaatan Hutan Lindung oleh ASG PIK2 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir

Kabupaten Tangerang · 15 Jan 2025 ·

Mitigasi Bencana Pesisir Tangerang Utara, Ratusan Aktivis Lingkungan Tanam Ribuan Mangrove di Tanjung Pasir


 Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) saat Tanam Bibit Mangrove di Tanjung Pasir Kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang sebagai Upaya Mitigasi Megatrhrust dikawasan Pesisir Banten. Foto: TangerangPos Perbesar

Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) saat Tanam Bibit Mangrove di Tanjung Pasir Kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang sebagai Upaya Mitigasi Megatrhrust dikawasan Pesisir Banten. Foto: TangerangPos

Kabupaten Tangerang – Upaya mitigasi bencana pesisir Tangerang Utara dari banjir rob, erosi dan abrasi, ratusan aktivis Lingkungan yang tergabung dalam Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) menggelar aksi penanaman ribuan mangrove dengan Tema ‘Ruwat Kampung, Rawat Bumi’, di  Desa Tanjung Pasir Kecamatan Teluk Naga, Rabu (15/01/2025).

“Alhamdulillah hari ini bersama rekan-rekan Kalung, sebagai upaya mitigasi bencana Banjir Rob, Erosi dan abrasi di Pesisir Tangerang Utara kami laksanakan aksi penanaman ribuan mangrove, bukan Tanam Pagar yah,” Ungkap Koordinator Kalung, Ade Yunus.

Ketua Banksasuci Foundation tersebut menambahkan bahwa kondisi sejumlah hutan mangrove di area pesisir Tangerang Utara saat ini kritis dan fungsi Lindungnya sangat minim.

“Yang dibutuhkan saat ini adalah aksi nyata, habis waktu untuk Diskusi dan beretorika, harus segera kita lakukan upaya revitalisasi hutan mangrove karena kondisinya saat ini kritis dan fungsi Lindungnya sangat minim,” Tambahnya.

Kedepan, Ade berharap agar semua pihak dalam upaya mitigasi bencana pesisir Tangerang Utara dapat bersinergi dan berkolaborasi dalam skema Pentahelix.

“Sudah bukan saatnya ego centris dan saling menyalahkan, saatnya seluruh stakeholders bergandengan tangan bersinergi dan kolaborasi dalam bingkai Pentahelix, semua memiliki peran dalam mencegah terjadinya Bencana Pesisir Tangerang Utara,” Pungkasnya. [red]

Artikel ini telah dibaca 427 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hari Mangrove, Aktivis Lingkungan Tegaskan Penolakan Pemanfaatan Hutan Lindung oleh ASG PIK2

26 Juli 2026 - 07:45

Hadiri Bimtek ASWAKADA 2026, Wabup Intan: Perkuat Sinergi Kepemimpinan Daerah

25 Juli 2026 - 21:32

Bupati Tangerang Dorong Digitalisasi Transaksi hingga Desa, Perkuat Kemandirian Fiskal Daerah

24 Juli 2026 - 21:27

Bupati Tangerang Tutup Turnamen Badminton di LB Sport Bojong Renged

22 Juli 2026 - 22:06

Perkuat Pengendalian Inflasi, Bupati Tangerang Buka Warteksi Gemilang Jual Sembako di Bawah Harga Pasar

22 Juli 2026 - 14:39

Tinjau Dua Rumah Tidak Layak Huni di Sukamulya, Bupati Tangerang Instruksikan Segera Dibangun

21 Juli 2026 - 19:24

Trending di Kabupaten Tangerang