Menu

Mode Gelap
Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30

Kota Tangerang · 5 Jan 2024 ·

Ketua Umum Asdoki : Gunakan Alat dari Metode Sunat dengan Sekali Pakai


 Ketua Asosiasi Dokter Khitan Indonesia (Asdoki) dr Darsono. Foto: ist Perbesar

Ketua Asosiasi Dokter Khitan Indonesia (Asdoki) dr Darsono. Foto: ist

Kota Tangerang – Ketua Asosiasi Dokter Khitan Indonesia (Asdoki) dr Darsono menyarankan untuk menggunakan alat dari metode sunat terkini dengan sekali pakai. Alat sunat itu harus dirusak.

“Penggunaan alat dari metode sunat terkini itu harus sekali pakai. Maksudnya di sini alat tersebut harus di rusak agar tidak bisa digunakan kembali, ” katanya dr Darsono kepada wartawan, Jumat (05/01/2024).

Dokter Darsono merupakan salah satu dari empat dokter di Indonesia yang menemukan metode modern sunat atau khitan. Menurut pria kelahiran Kota Tangerang ini, jika alat sunat yang sudah dipakai lalu digunakan kembali, dikhawatirkan dapat menularkan infeksi silang.

“Infeksi silang adalah perpindahan kuman penyakit (virus atau bakteri) yang terjadi dari satu orang ke orang lainnya melalui perantara seperti benda, atau dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh lainnya, seperti ISK, HIV, ” katanya.

“Jangan hanya demi mendapatkan keuntungan yang lebih besar pihak penyelengara atau klinik sunat/khitan menggunakan alat tersebut sampai dua kali pakai. Kesehatan dan kenyamanan anak-anak merupakan tujuan utama metode terkini yang saat ini ada, ” tambahnya. .

Dokter muda yang melakukan penelitian terkait khitan sejak 2019-2021 ini berhasil menemukan satu metode sunat yang tidak mengganggu aktivitas anak dalam proses pendidikan dan bermainnya.

“Metode ini merupakan metode penyempurnaan dari metode yang ada namanya tekno klem. Metode ini tidak mengganggu aktivitas seperti sekolah dan bermainnya anak-anak. Anak dan orang tua juga tidak perlu merasa khawatir dan ketakutan lagi. Metode tekno klem ini cepat sembuhnya, ” katanya

Alat Cetak Tekno Klem Dibuat dengan Bahan Baku Polycarbonat

Tangerang – Sunat dalam bahasa Arab disebut dengan Khitan yang bermakna memotong. Bagi kaum Muslim, sunat merupakan salah satu syarat sholat, yaitu thaharah atau bersuci dari hadas dan najis.

Selain hal itu, sunat mengurangi risiko infeksi penyakit seksual menular seperti human papilloma virus (HPV) dan penyakit seksual menular seperti herpes atau sifilis.

Sebelum ditemukan metode terkini, sunat sempat menjadi momok yang menakutkan bagi anak laki-laki. Rasa sakit, bengkak dan tiduran seminggu membuat banyak anak lelaki untuk takut menghadapi sunat. Bagi pria beragama Islam, sunat merupakan sesuatu yang wajib.

Menurut dr Darsono, hal ini yang membuat dirinya concern dengan urusan Khitan. Hal yang dinilai sebelah mata namun wajib untuk dilakukan oleh pria yang beragama Islam. Langkah awal yang ditempuhnya dengan mulai mempelajari semua metode sunat berikut efeknya yang ada di tingkat nasional dan internasional.

“Saya mempelajari semua metode sunat. Setelah itu saya diminta menjadi pembicara di berbagai seminar tentang sunat. Sunat itu tadinya dinilai sebelah mata namun merupakan hal yang wajib dilakukan semua pria yang mengaku dirinya muslim, ‘katanya dr Darsono kepada wartawan, Jumat, 5 Januari.

Dokter ini menjelaskan dalam setahun ada dua juta lima ratus anak laki-laki di Indonesia yang wajib sunat. Berdasarkan data tersebut dan didorong ingin bermanfaat untuk sesama, pria berkacamata ini mulai melakukan penelitian di tahun 2019.

“Percobaan pertama dan kedua itu gagal. Percobaan dilakukan dengan menggunakan penis dummy yang memiliki berbagai ukuran penis. Untuk menyempurnakannya dengan membaca berbagai tulisan jurnal di dunia internasional. Baru dalam percobaan ketiga saya menemukan metode yang disebut dengan Tekno Klem, “katanya.

Tekno klem ini diciptakan sebagai alat cetak untuk sunat yang di kombinasi dengan sealer (lem kulit) sebagai pengganti jahitan.

“Sehingga sunat modern saat ini tanpa alat menempel, tanpa perban dan tanpa jahit,” paparnya dengan lugas.

Keyakinan akan temuannya itu juga diperlukan pengakuan dari publik dan komunitas disiplin ilmunya. Selanjutnya dokter muda ini membagikan alat temuannya kepada 60 dokter di seluruh provinsi di Indonesia.

“Masing-masing dokter, saya bagikan lima alat dengan gratis dan kemudian saya minta testimoni dari dokter tersebut dan pasien yang menggunakannya. Syukur sekali tidak ada yang mengecewakan, ” katanya.

Bahan baku dari temuanya yang diberi nama Tekno Klem itu adalah Polycarbonat yang berbahan plastik. Bahan dasar alat ini dipastikan tidak mengandung limbah yang berbahaya.

“Saya pastikan alat itu tidak mengandung limbah b3 yang berbahaya bagi masyarakat karena Polycarbonat itu berbahan plastik, ” tandasnya. [red]

Artikel ini telah dibaca 536 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

391 Jemaah Haji Kloter 09-JKB Dilepas, Sachrudin: Makin Dekat dan Makin Khusyuk 

30 April 2026 - 22:11

Hadiri Peringatan HUT Damkar, Satpol PP dan Satlinmas, Sachrudin: Teruslah Hadir di Tengah Masyarakat

30 April 2026 - 13:03

Pendaftaran SPMB SMA-SMK Dilakukan Berkala untuk Beri Layanan Pendidikan Lebih Baik

29 April 2026 - 19:57

Terima Rekomendasi LKPJ, Wali Kota Fokus Tuntaskan Hal Ini

29 April 2026 - 15:34

Bentuk Mental Anak Sejak Dini, 2.500 Siswa PAUD dan TK Ramaikan PORSENI Kota Tangerang

28 April 2026 - 19:55

Hadiri RUPS BJB, Sekda Harap Terus Berikan Kontribusi bagi Pembangunan Kota Tangerang

28 April 2026 - 19:20

Trending di Kota Tangerang