Menu

Mode Gelap
Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30

Banten · 13 Okt 2023 ·

Keras! Ketua Komisi IV DPRD Banten M.Nizar Sebut Pj.Gubernur Inkonsisten


 Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Banten, Muhammad Nizar. Foto: Istimewa Perbesar

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Banten, Muhammad Nizar. Foto: Istimewa

Kota Serang – Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Banten, Muhammad Nizar mengkritik keras gaya kepemimpinan dan kebijakan Pj. Gubernur Banten yang dinilai tidak konsisten. Hal tersebut disampaikan Nizar lantaran serapan anggaran APBD Provinsi Banten yang berjalan secara lamban dengan alasan efisiensi anggaran.

“Badan anggaran itu menerima 3/4 matang, bukan 1/2 matang, 1/4 nya lagi tinggal ketok doang, mekanismenya gimana sih, OPD diperintahkan untuk mengusulkan program, nanti kemudian diturunkan oleh TAPD Pagu Indikatif, dibawalah ke badan anggaran, agar pembahasan yang detail maka kemudian dibahas pada rakor dikomisi tapi kewenangan tetap di badang anggaran, setelah sepakat diketok APBD 2023 harusnya kan jalan, kok tiba-tiba gak jalan karena alasan efisiensi, yah kalau mau bicara efisiensi di perencanaan dong, nunjukin banget kalau gak pinter,” Papar Nizar kepada TangerangPos, Jum’at (13/10/2023).

Nizar menegaskan jika ingin pembahasan efisiensi anggaran mestinya dilakukan sejak awal diperncanaan, jangan menunggu setelah ketuk palu.

“Lah gimana, dia yang ngerencanain dia sendiri yang bilang gak efisien, gimana sih,” Tandasnya.

Selain menyoroti inkonsistensi dalam pembahasan anggaran, Nizar juga mengingatkan kepada Pj.Gubernur Banten bahwa jabatan yang diembanya adalah hanya mengisi kekosongan jabatan bukan justru menghambat program yang sudah ada.

“Ibarat rumah, yang punya rumah lagi pergi, nah Pj. Ini cuma diminta untuk menjaga rumah, kalau ada keran mampet di betulin, kalau ada genteng bocor di tambalin, bukan semena-mena ganti garasi, bobok kamar tidur karena kebanyakan, pindahin ruangan tamu, ingat loh pj. hanya mengisi kekosongan bukan bertindak seenak udele dewek, jalan saja pada trek, jangan acak-acak program yang sudah disepakati,” Pungkasnya. [red]

 

Artikel ini telah dibaca 225 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

LKPj 2025 Disahkan, Pemprov Banten Komitmen Tindaklanjuti Rekomendasi DPRD

30 April 2026 - 20:20

Gubernur Andra Soni: Sudah 60.705 Siswa Penerima Manfaat Sekolah Gratis di 801 Sekolah Swasta

30 April 2026 - 07:19

Bayar Pajak Kendaraan di Banten Kini Lebih Mudah Tanpa KTP Pemilik Pertama

29 April 2026 - 22:09

Pelopor Kesehatan Masyarakat, Kadinkes Banten Ati Paramudji Hastuti Raih Kartini Awards 2026

29 April 2026 - 21:51

Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga 

29 April 2026 - 20:41

Pastikan Gizi Anak Terjaga, Annisa Mahesa Tinjau SPPG di Cikande Serang

29 April 2026 - 20:21

Trending di Banten