Pandeglang – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Dr. H. Jamaluddin, M.Pd, mendampingi Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Apriandhi Hartawan, dalam kunjungan lapangan ke kawasan wisata religi Makam Syekh Asnawi, Kecamatan Caringin, Kabupaten Pandeglang, Rabu (12/11/2025).
Kunjungan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan, ST, MT, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Muchamad Rachmat Rogianto, ST, MT, serta Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Banten, Tubagus Rubal Faisal, S.Si., M.E.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arah kebijakan Gubernur Banten Andra Soni yang berencana mengembangkan kawasan wisata religi terpadu di beberapa titik bersejarah di Provinsi Banten, termasuk makam para ulama besar seperti Syekh Asnawi Caringin.
Dalam kesempatan itu, Sekda Provinsi Banten menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk menata kawasan religi agar lebih tertata dan representatif, sekaligus menjaga nilai-nilai spiritual serta kearifan lokal masyarakat sekitar.
“Kawasan religi seperti makam Syekh Asnawi memiliki makna penting dalam sejarah penyebaran Islam di Banten. Penataan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik wisata religi, tetapi juga memperkuat identitas keagamaan dan budaya masyarakat Banten,” ujar Deden Apriandhi Hartawan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Dr. H. Jamaluddin, M.Pd, menuturkan bahwa pengembangan kawasan religi tidak hanya difokuskan pada aspek fisik, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai pendidikan dan kebudayaan Islam.
“Syekh Asnawi adalah ulama besar yang berjasa dalam pendidikan Islam di Banten. Melalui pembangunan kawasan religi ini, kami ingin nilai-nilai perjuangan, keilmuan, dan keteladanan beliau dikenalkan kepada generasi muda melalui pendekatan edukatif dan kultural,” ungkapnya.
Rencana pembangunan kawasan wisata religi Makam Syekh Asnawi Caringin akan mencakup penataan akses jalan, fasilitas parkir, area publik, ruang ibadah, serta pusat informasi sejarah ulama Banten. Langkah ini diharapkan mampu menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat ziarah, pembelajaran, dan pelestarian kebudayaan Islam yang bermanfaat bagi masyarakat. [red]










