Pandeglang – Warga di Kecamatan Angsana, Sindangresmi dan Cadasari, Kabupaten Pandeglang mengalami dampak kekerangan dan kekurangan air bersih akibat kemarau. Dampak kekeringan mulai terasa di wilayah tersebut sejak pekan kedua bulan Juli 2026.
Berdasarkan laporan harian periodik Pusdalops PB BPBDPK Pandeglang, pendistribusian 5000 liter air bersih ke masyarakat sudah berjalan pada 12 Juli 2026 di Kampung Bojong Koneng, Desa Cipinang. Pendistribusian air bersih terus berjalan di beberapa wilayah terdampak di Kabupaten Pandeglang serta kabupaten/kota terdampak kekeringan di Banten.
BPBD Provinsi Banten membagi prioritas penanganan kekurangan air bersih, terdiri dari prioritas 1 dan 2.
- Prioritas 1 (Kabupaten): Kabupaten Serang, Lebak, Tangerang dan Pandeglang
- Prioritas 2 (Kota): Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Serang dan Kota Cilegon.
Berdasarkan rencana aksi pemetaan bencana kekeringan di Banten. Potensi wilayah kekeringan di Provinsi Banten 2026, di antaranya:
- Kabupaten Serang: Luas wilayah terpapar 1.462,91 km2. Potensi wilayah terdampak sekitar 10 kecamatan. Jumlah penduduk terdampak 7000 jiwa dan estimasi kebutuhan air 105.000 liter
- Kota Cilegon: Luas wilayah terpapar 162,51 km2. Potensi wilayah dan penduduk terdampak 1.000 jiwa dari 2 kecamatan. Estimasi kebutuhan air 15.000 liter
- Kota Tangerang: Luas wilayah terpapar 176.35 km2. Potensi wilayah terdampak sekitar 4 kecamatan dengan potensi penduduk terdampak mencapai 3.000 jiwa. Estimasi kebutuhan air 45.000 liter
- Kabupaten Tangerang: Luas wilayah terpapar sekitar 1.027,76 km2. Potensi wilayah terdampak 12 kecamatan dengan potensi penduduk terdampak 8.500 jiwa dan estimasi kebutuhan air 127.500 liter.
- Kabupaten Pandeglang: Luas wilayah terpaapr sekitar 2.771,41 km2 dengan potensi wilayah terdampak 7 kecamatan. Potensi penduduk terdampak sebanyak 7.500 dan kebutuhan air mencapai 112.500 liter
- Kabupaten Lebak: Luas wilayah terpapar 3.352,18 km2 dengan potensi wilayah terdampak 16 kecamatan, potensi penduduk terdampak 11.000 jiwa dan kebutuhan air mencapai 165.000 liter
- Kota Tangerang Selatan: Luas wilayah terpapar 154,56 km2, potensi wilayah terdampak 1 kecamatan, 750 penduduk berpotensi terdampak dengan estimasi kebutuhan air 11.250 liter
- Kota Serang: Luas wilayah terpapar sekitar 265,79 km2 dengan potensi wilayah terdampak di 2 kecamatan, 1.250 penduduk berpotensi terdampak, dengan kebutuhan air mencapai 18,750 liter
Sebelumnya, BMKG telah memprediksi terjadinya kekeringan sebagai dampak dari El-Nino. Diprediksi musim kemarau berlangsung sampai Oktober. Untuk update perkembangannya warga sedulur Banten bisa mendapatkan informasinya melalui media sosial @bmkgwilayah2.
Update perkembangan musim akan terus di formasikan oleh BMKG berdasarkan kondisi dinamika atmosfer terkini.
Dalam Talkshow yang digelar Diskominfo SP Banten pada Juni, Kepala Unit Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kelas I Merak, Trian Asmarahadi, menjelaskan bahwa El Nino merupakan fenomena meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang menyebabkan berkurangnya curah hujan di Indonesia, termasuk di Provinsi Banten.
“Hampir seluruh wilayah Banten akan merasakan dampaknya. Namun wilayah Banten Utara diperkirakan mengalami musim kemarau lebih awal dan lebih lama dibanding wilayah selatan,” ujar Trian
Dalam penanganan kekeringan, BPBD Banten telah membentuk satuan tugas (satgas) dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai instansi, seperti Kementerian Kehutanan, Polda Banten, perguruan tinggi, serta pemerintah kabupaten/kota.
Apabila terjadi kekeringan ekstrem, BPBD akan berkoordinasi dengan BNPB, TNI Angkatan Udara, BPBD DKI Jakarta, dan BPBD Jawa Barat untuk pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.
Warga sedulur Banten, perubahan cuaca tidak bisa kita hindari. Apabila di daerah tempat warga sedulur Banten tinggal mengalami kesulitan air bersih, terjadi kekeringan berkepanjangan, butuh distribusi air bersih atau terjadi kebakaran lahan/hutan segera laporkan pada BPBD setempat atau hubungi nomor BPBD Provinsi Banten 085117814505.










