Kabupaten Tangerang – Komunitas Pegiat Sungai dan Situ yang tergabung dalam Banksasuci Foundation bersama Pemerintah Provinsi Banten dan Kabupaten Tangerang terus melakukan upaya penyelamatan aset daerah berupa Situ Cihuni yang terletak di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.
Melalui Kepmen PUPR Nomor 1562/KPTS/M/2024 tentang Pembentukan Tim Kajian Penetapan Garis Sempadan Situ Cihuni pada Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, Banksasuci menjadi salahsatu tim Teknis Kajian tersebut.
“Sebagai penggiat kami memiliki kewajiban untuk terus mengawal perlindungan terhadap Sumber Daya Air dan mengembalikan fungsi krusial situ Cihuni sebagai Sumber Air dan pengendali Banjir,” Ungkap Ketua Banksasuci Foundation, Ade Yunus, Kamis, 25 Juli 2024.
Sebagai upaya awal, Pemerintah melakukan sosialisasi kepada stakeholder terkait untuk dapat berkolaborasi melakukan normalisasi situ yang memiliki luas 32,34, hektare. Bappeda Kabupaten Tangerang menjadi salah satu pihak penting yang hadir dalam rapat sosialisasi yang digelar pada Kamis, 25 Juli 2024.
“Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan kajian teknis berkaitan dengan garis batas Situ Cihuni yang terletak di Kecamatan Pagedangan,” ujar Kepala Bidang Perencanaan Insfrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kabupaten Tangerang, Akhmad Farhan.
Farhan berujar, pembahasan sosialisasi ini bersifat penting. Mulai dari identifikasi masalah, pembentukan tim, tahapan pekerjaan teknis, sejarah, penentuan batas sempadan, hingga data yang dibutuhkan masuk dalam pembahasan rapat sosialisasi tersebut.
Terdapat 4 isu prioritas dalam upaya penyelamatan aset ini. Pertama, Situ Cihuni sudah mengalami sedimentasi yang tergolong tinggi.
Ke dua, mengembalikan fungsi menjadi tempa penampungan air bagi masyarakat. Mengingat, Situ Cihuni yang terletak di area strategis tepatnya di dekat kawasan pengembangan properti seperti Summarecon Serpong dan Paramount.
“Jadi ini bertujuan untuk menormalisasi Situ Cihuni sebagai tempat penampungan air,” tutur Farhan.
Tak hanya itu, terkikisnya flora dan fauna serta hayati yang berada di Situ Cihuni juga menjadi faktor prioritas dalam kegiatan normalisasi ini. Persoalan ini diatasi karena untuk menciptakan ekosistem yang seimbang.
Oleh karenanya, sosialisasi dan kajian teknis terhadap upaya penyelamatan aset Situ Cihuni akan dilakukan kembali agar kajian ini menciptakan perencanaan yang matang dan komprehensif sehingga dapat merangkum seluruh persoalan dan juga strategi untuk mengatasinya.
“Ini baru rapat pertama, nanti akan dilanjutkan kembali dengan rapat selanjutnya,” kata Farhan.[red]











