Menu

Mode Gelap
JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30 Hari Kebaya Nasional, Gubernur Banten Andra Soni: Simbol Identitas Perempuan Indonesia

Kabupaten Tangerang · 11 Agu 2025 ·

Habis Pagar Laut, Terbitlah Reklamasi Laut di Pesisir Tangerang, Kalung: Merusak Laut, Menunggu Bencana


 Penampakan Diduga Reklamasi Laut di Desa Tanjung Burung Kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang. Foto: ist Perbesar

Penampakan Diduga Reklamasi Laut di Desa Tanjung Burung Kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang. Foto: ist

Kabupaten Tangerang – Belum usai kasus dugaan pemalsuan dokumen SHGB pagar laut Tangerang yang menghebohkan, dimana perkembangan perkara tersebut hingga saat ini berkasnya dinyatakan belum P21 oleh kejaksaan hingga keempat tersangka ditangguhkan penahanannya oleh Bareskrim Mabes Polri.

Kini, menyeruak kembali kepermukaan penampakan reklamasi laut di pesisir Tangerang Utara tepatnya di Desa Tanjung Burung Kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah alat berat dan truk tanah sedang beroperasi  melakukan pengurugan di lokasi yang beberapa waktu ramai dengan bambu-bambu pagar laut.

Koordinator Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) Ade Yunus, menyampaikan keprihatinannya atas aktivitas yang berpotensi merusak biota laut dan Lingkungan Hidup tersebut.

“Ditengah advokasi kami dalam menolak alih fungsi Hutan Mangrove di Pesisir Tangerang, eh malah muncul aktivitas Reklamasi Laut, Please udah dong jangan rusak lingkungan pesisir,” Geram Ade, Senin (11/08/2025).

Ade menegaskan pihaknya tidak ingin menghambat iklim investasi, justru mendukung iklim investasi pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Kami mendukung iklim investasi pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, bukan yang merusak lingkungan apalagi merusak hayati ekosistem laut,” tegasnya.

Ade menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan advokasi dalam menjaga keanekaragaman hayati di pesisir Tangerang dalam berbagai bentuk aktivitas dan kegiatan.

“Kami tidak akan berhenti, hingga bumi dan Laut kami kembali pulih, karena Merusak Bumi sama dengan Menunggu Bencana,” Pungkasnya. [red]

Artikel ini telah dibaca 380 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hari Bumi 2026, Yudi Budi Wibowo Bersama Aktivis Lingkungan Tanam 1.000 Pohon di Situ Cihuni 

22 April 2026 - 15:41

Buka Acara Penanaman 1000 Pohon di Situ Cihuni, Wabup Intan Harap RTH Semakin Meningkat

22 April 2026 - 12:51

PT. Rivia Mitra Persada Dukung Pelestarian Lingkungan Hidup Melalui Aksi Penanaman 1.000 Pohon

22 April 2026 - 12:09

Bupati Tangerang Dorong PSHT Terus Majukan Olahraga dan Lestarikan Seni Budaya

19 April 2026 - 21:41

Hadiri Cardio Mix Yoga Flow & Glow, Wabup Intan: Semangat Hidup Sehat Menggema

19 April 2026 - 21:36

Ancaman Megatrusht, Aktivis Lingkungan Masifkan Penanaman Mangrove di Pesisir Tangerang

19 April 2026 - 15:05

Trending di Kabupaten Tangerang