Menu ✖

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Kabupaten Tangerang · 11 Agu 2025 ·

Habis Pagar Laut, Terbitlah Reklamasi Laut di Pesisir Tangerang, Kalung: Merusak Laut, Menunggu Bencana


 Penampakan Diduga Reklamasi Laut di Desa Tanjung Burung Kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang. Foto: ist Perbesar

Penampakan Diduga Reklamasi Laut di Desa Tanjung Burung Kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang. Foto: ist

Kabupaten Tangerang – Belum usai kasus dugaan pemalsuan dokumen SHGB pagar laut Tangerang yang menghebohkan, dimana perkembangan perkara tersebut hingga saat ini berkasnya dinyatakan belum P21 oleh kejaksaan hingga keempat tersangka ditangguhkan penahanannya oleh Bareskrim Mabes Polri.

Kini, menyeruak kembali kepermukaan penampakan reklamasi laut di pesisir Tangerang Utara tepatnya di Desa Tanjung Burung Kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah alat berat dan truk tanah sedang beroperasi  melakukan pengurugan di lokasi yang beberapa waktu ramai dengan bambu-bambu pagar laut.

Koordinator Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) Ade Yunus, menyampaikan keprihatinannya atas aktivitas yang berpotensi merusak biota laut dan Lingkungan Hidup tersebut.

“Ditengah advokasi kami dalam menolak alih fungsi Hutan Mangrove di Pesisir Tangerang, eh malah muncul aktivitas Reklamasi Laut, Please udah dong jangan rusak lingkungan pesisir,” Geram Ade, Senin (11/08/2025).

Ade menegaskan pihaknya tidak ingin menghambat iklim investasi, justru mendukung iklim investasi pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Kami mendukung iklim investasi pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, bukan yang merusak lingkungan apalagi merusak hayati ekosistem laut,” tegasnya.

Ade menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan advokasi dalam menjaga keanekaragaman hayati di pesisir Tangerang dalam berbagai bentuk aktivitas dan kegiatan.

“Kami tidak akan berhenti, hingga bumi dan Laut kami kembali pulih, karena Merusak Bumi sama dengan Menunggu Bencana,” Pungkasnya. [red]

Artikel ini telah dibaca 427 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Resmikan Asrama Ponpes Ishlaahul Ummah, Bupati Tangerang: Santri Kini Lebih Nyaman

9 Oktober 2026 - 20:29

Hari Jadi ke-394, Pemkab Gelar Tangerang Bersyukur

8 Oktober 2026 - 21:51

Wabup Intan Buka Jambore Ajang Kreativitas Pusat Informasi dan Konseling Remaja Se-Kabupaten Tangerang

8 Oktober 2026 - 21:43

Bupati Tangerang Tegaskan Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru Tingkatkan Pengelolaan Sekolah

5 Oktober 2026 - 19:24

Wastetrap Banksasuci Efektif Jegat 30 Persen Sampah Cisadane Menuju Kawasan Perkotaan

5 Oktober 2026 - 12:03

Zaki dan Intan Perkuat Karakter Mahasiswa Baru Politeknik Ismet Iskandar dan Tanri Abeng University

3 Oktober 2026 - 20:46

Trending di Edukasi