Menu ✖

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Banten · 11 Feb 2026 ·

Gubernur Andra Soni Perkuat Pengamanan Pasokan dan Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadan


 Gubernur Banten Andra Soni saat Pimpin Rapat High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Banten di Pendopo Gubernur, Kota Serang. Foto: ist Perbesar

Gubernur Banten Andra Soni saat Pimpin Rapat High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Banten di Pendopo Gubernur, Kota Serang. Foto: ist

Serang – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Penguatan langkah pengendalian dilakukan melalui sinergi lintas instansi dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Hal itu disampaikan Gubernur usai memimpin High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Banten di Pendopo Gubernur, Kota Serang, Rabu (11/2/2026). Rapat tersebut fokus pada sinergi pengamanan pasokan dan stabilitas harga pangan menjelang periode Ramadan dan Idul Fitri.

Andra Soni mengatakan, penguatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci menjaga inflasi. Jika terjadi kerja sama, inflasi bisa terkendali sekaligus memastikan kebutuhan pokok masyarakat tersedia dengan baik.

“Memasuki Ramadan dan Idul Fitri, kami memperkuat kolaborasi semua pihak untuk menjaga inflasi. Sepanjang 2025 inflasi Banten terjaga dengan baik, bahkan berada di bawah rata-rata nasional. Di awal tahun ini juga masih dalam rentang sasaran pemerintah,” ujarnya.

Menurut Andra Soni, fokus utama Pemprov Banten saat ini adalah memastikan ketersediaan pasokan pangan dan kelancaran distribusi di seluruh wilayah. Ke depan ia meminta tidak terjadi gejolak harga yang membebani masyarakat.

“Menjadi tugas kita memastikan ketersediaan pasokan pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri terjaga. Distribusi harus lancar dan stok tersedia,” katanya.

Untuk itu, Pemprov Banten bersama TPID menyiapkan sejumlah langkah konkret, di antaranya pelaksanaan pasar murah, penguatan operasi pasar, serta pelancaran distribusi komoditas strategis. Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota, BUMD pangan, pelaku usaha, dan instansi vertikal.

Andra Soni juga menyampaikan akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar guna memastikan langsung kondisi harga dan pasokan di lapangan. Selain itu, Pemprov Banten akan menindaklanjuti hasil pemantauan Bank Indonesia (BI) terkait dinamika harga di daerah produsen.

Ia menegaskan, secara keseluruhan kondisi inflasi dan pasokan pangan di Provinsi Banten saat ini masih dalam kondisi terjaga, dengan distribusi yang relatif lancar.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten Ameriza M Moesa menjelaskan, secara historis periode Ramadan dan Idul Fitri selalu diikuti peningkatan tekanan harga akibat lonjakan permintaan masyarakat. Dalam tiga tahun terakhir, komoditas yang konsisten menyumbang inflasi pada periode tersebut antara lain bawang merah, bawang putih, cabai, daging unggas, angkutan antarkota, serta emas perhiasan.

Dari sisi ketersediaan, neraca pangan Banten tahun 2026 diproyeksikan surplus beras sekitar 58 ribu ton, dengan puncak panen terjadi pada Februari hingga Maret, bertepatan dengan periode HBKN.

“Struktur wilayah Banten yang terdiri atas daerah produksi dan daerah konsumsi juga menjadi tantangan tersendiri dalam pengendalian inflasi. Wilayah seperti Kota Tangerang, Tangerang Selatan, dan Cilegon merupakan daerah konsumsi utama, sedangkan sentra produksi berada di Kabupaten Serang, Pandeglang, Lebak, dan Kabupaten Tangerang,” Ujar Ameriza dalam paparannya.

Menghadapi kondisi tersebut, Bank Indonesia bersama pemerintah melalui TPID memperkuat strategi pengendalian inflasi berbasis kerangka 4K. Yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

“Langkah yang ditempuh meliputi intensifikasi operasi pasar dan gerakan pangan murah di berbagai daerah, penguatan pemantauan harga bersama Satgas Pangan, memastikan kecukupan stok di gudang dan ritel, serta menjamin kelancaran distribusi melalui dukungan armada dan infrastruktur pendukung,” katanya.[red]

Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Audiensi Bank Banten dengan Kapolda Banten, Jajaki Penguatan Sinergi Kelembagaan

27 Oktober 2026 - 22:29

Gubernur Banten Andra Soni Tekankan Penyelenggara Negara di Banten Perkuat Integritas

27 Oktober 2026 - 14:00

Cegah Kekerasan Anak, Pemprov Banten Siapkan Pemantauan Kasus secara Real-Time

26 Oktober 2026 - 20:19

Gubernur Andra Soni dan Kejati Banten Sepakati Penguatan Pengawalan Hukum Pembangunan

26 Oktober 2026 - 19:32

Dukung Program 3 Juta Rumah, Gubernur Andra Soni Raih Penghargaan dari REI Banten

26 Oktober 2026 - 19:26

Pemprov Banten Perkuat Pengarusutamaan Gender untuk Pembangunan Inklusif

26 Oktober 2026 - 13:10

Trending di Banten