Menu

Mode Gelap
Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30

Banten · 9 Nov 2025 ·

Gubernur Andra Soni Apresiasi Inovasi Teknologi Santri di Ponpes Assa’adah Serang


 Gubernur Banten Andra Soni Didampingi Kepala Dindikbud Banten Jamaluddin saat Membuka Assa'adah Inovation Expo 2025. Foto: ist Perbesar

Gubernur Banten Andra Soni Didampingi Kepala Dindikbud Banten Jamaluddin saat Membuka Assa'adah Inovation Expo 2025. Foto: ist

Serang – Gubernur Banten Andra Soni menyaksikan dan mencoba langsung sejumlah hasil inovasi karya para santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Assa’adah, Kabupaten Serang, Minggu (9/11/2025). Beberapa inovasi yang ditampilkan di antaranya smart garden, Assa’adah Robot Bicara (ARBI), dan berbagai inovasi teknologi lainnya.

“Tadi kita melihat sejumlah hasil inovasi-inovasi para santri, seperti ARBI yaitu robot berbasis AI, smart garden dan inovasi yang lainnya,” ungkap Andra Soni usai menghadiri Assa’adah Innovation Expo 2025.

Kegiatan Assa’adah Inovation Expo 2025 merupakan rangkaian kegiatan Hari Santri yang digelar oleh Ponpes Assa’adah. Sekaligus rangkaian 40 tahun berdirinya pesantren yang terletak di Pasir Manggu, Kecamatan Cikeusal. Termasuk pengukuhan Ikatan Keluarga Ma’had Assa’adah (IKMA) periode 2025-2029 sebagai organisasi dan wadah untuk alumni.

Di lokasi, Andra Soni menyampaikan apresiasi atas kreativitas para santri yang mampu menghadirkan inovasi luar biasa. Salah satu yang menarik adalah inovasi smart garden yang dapat mendukung sektor ketahanan pangan.

“Ini luar biasa, anak-anak SMA mampu berinovasi terkait dengan ketahanan pangan, bagaimana kita memiliki lahan untuk menanam dan kapan menyiramnya itu bisa diatur melalui teknologi,” katanya.

Lebih lanjut, Andra Soni menuturkan bahwa ke depan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan menggelar perlombaan inovasi teknologi bagi para pelajar di seluruh Banten.

“Saya harap sekolah-sekolah di Banten ini memiliki inovasi seperti ini dan saya sampaikan kepada kepala Dinas Pendidikan untuk membuat perlombaan inovasi robotik dan lain sebagainya. Agar anak-anak kita dapat menunjukkan setiap kreativitasnya,” imbuhnya.

Meski begitu, Andra Soni mengingatkan pentingnya memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak dan berimbang dengan pembentukan karakter. Teknologi merupakan alat bantu yang harus dikendalikan.

“Maka belajar teknologi juga harus berbarengan dengan akhlak, supaya apa yang dibuat dan dikerjakan itu dapat berguna bagi masyarakat,” jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Andra Soni juga berdiskusi dengan sejumlah pimpinan pondok pesantren mengenai penguatan Program Sekolah Gratis yang menjadi salah satu fokus Pemprov Banten dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Alhamdulillah, tadi kita banyak mendapatkan masukan terkait memperkuat program sekolah gratis yang juga bisa menyasar ke ponpes. Kami akan pelajari dan kembangkan agar program sekolah gratis ini lebih bermanfaat bagi seluruh anak-anak Banten,” tuturnya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Assa’adah KH Mujiburrahman menyampaikan bahwa perkembangan teknologi yang pesat dan derasnya arus informasi harus menjadi perhatian bersama. Terutama dalam menyiapkan generasi penerus bangsa.

“Termasuk pondok pesantren harus melakukan sesuatu untuk menghadapi era tersebut,” ujarnya.

Menurut KH Mujiburrahman, perkembangan teknologi dan arus informasi membawa tantangan besar, termasuk potensi krisis intelektual dan moralitas.

“Saat ini kita tidak hanya menyiapkan santri untuk bisa mempelajari keagamaan dan yang lainnya, tetapi juga harus akrab dengan teknologi. Kita tidak menutup perkembangan teknologi, tapi kita juga jangan sampai dikendalikan teknologi,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai moral dalam penggunaan teknologi. Jadi, santri modern bisa tetap mengedepankan moralitas dalam pemanfaatan teknologi.

“Santri siap bersaing di perkembangan teknologi, tapi tetap mengedepankan moralitas, adab, dan nilai-nilai spiritual,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Andra Soni turut didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Jamaluddin, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Banten Tb Rubal Faisal, dan Kepala Biro Umum Setda Provinsi Banten M Ali Hanapiah.

Turut hadir Pimpinan Pondok Pesantren La Tansa KH Adrian Mafatihallah Kariem, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Manahijussadat KH Sulaiman Effendi, KH Nur Soleh, Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Eko Susilo, Anggota DPRD Kabupaten Serang Ahmad Muhibbin, dan Anggota DPRD Kota Serang Saipulloh.[red]

Artikel ini telah dibaca 2,008 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gubernur Banten Andra Soni Optimistis Anyer-Carita Kembali Jadi Destinasi Wisata Unggulan

17 Mei 2026 - 19:59

Gubernur Andra Soni: Festival Storytelling Lestarikan Cerita Rakyat dan Bangun Karakter Anak

17 Mei 2026 - 16:56

Berasa Gak? Banten Diguncang Gempa 4,0 Magnitudo

15 Mei 2026 - 10:15

Buka SMI KOMDA Banten Cup II, Gubernur Andra Soni Sebut Disiplin Jadi Kunci Atlet Raih Prestasi

14 Mei 2026 - 19:33

Cegah Banjir, UPTD DAS Cidurian-Cisadane, DPUPR Kota dan Banksasuci Bersihkan Sampah di Kali Ledug 

14 Mei 2026 - 08:44

Korve Banten ASRI, Andra Soni Ajak Masyarakat Pilah Sampah dari Rumah 

13 Mei 2026 - 12:08

Trending di Banten