Kota Tangerang – Sejumlah emak-emak Protes Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 8 Kota Tangerang, pasalnya anaknya tidak diterima disekolah tersebut padahal jarak dari rumah ke sekolah hanya beberapa puluh langkah saja.
“Nih saya jalan dari rumah ke sekolah aja tadi paling cuma 20 langkah, anak saya kok gak diterima, sementara temen sekolah SMPnya, jarak rumahnya lebih jauh terus nilainya juga lebih rendah, malah diterima, gimana gak kesel kita,” Ungkap salahsatu emak-emak yang tidak ingin disebutkan namanya kepada TangerangPos, Jum’at (20/06/2025).
Menurut emak-emak lainya mengatakan bahwa berdasarkan pengakuan orang tua yang lolos seleksi SPMB, bahwa kuat dugaan ada yang mengkoordinir list daftar siswa yang akan diloloskan.
“Saya sudah curiga karena jaraknya sama semua, Alhamdulillah dibukakan kebenarannya salahsatu orangtua yang lolos mengaku ada yang mengkoordinir, silahkan kalau mau main-main, kita punya datanya kita tantang panitia verifikasi lapangan,” Tegasnya.
Sejumlah tulisan diatas kertas karton dibentangkan oleh emak-emak didepan SMAN 8 Kota Tangerang sebagai bentuk kekecewaan terhadap pihak sekolah dan Panitia SPMB diantaranya adalah;
“Jarak 20 langkah gak diterima jarak kiloan diterima,”
“SPMB SMAN 8 tidak transparan,”
“Copot Kepsek SMAN 8 Kota Tangerang,” isi tulisan protes emak-emak.
Hingga berita ini diturunkan kami masih berusaha meminta konfirmasi Kepala SMAN 8 Kota Tangerang untuk menanggapi hal tersebut, namun nomor yang dihubungi tidak aktif dan saat di Chat melalui sambungan WhatsApp masih ceklis satu.
Diberitakan sebelumnya, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmennya untuk membersihkan praktik siswa titipan dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di jenjang SMAN dan SMKN. Bahkan Andra telah menyiapkan sanksi tegas bagi pihak Dindikbud Banten dan Kepala Sekolah yang terbukti melakukan pelanggaran, termasuk Pemberhentian sebagai ASN dan pencopotan jabatan Kepala Sekolah.
“Siapa pun yang terlibat kecurangan dalam SPMB akan dicopot. Kalau yang menerima titipan itu Dinas atau Kepala Sekolah atau Panitia, kita berhentikan,” tegas Andra Soni kepada TangerangPos, Selasa (10/06/2025).
Menurut Andra pelaksanaan SPMB tahun 2025 di Provinsi Banten harus berjalan obyektif, transparan, dan akuntabel. Ia menekankan bahwa pihak sekolah tidak akan memberi ruang sedikit pun pada praktik titip-menitip siswa.
“Dulu tidak ada solusi, sekarang kita ada solusi, sekolah gratis. Jika masih ada titip menitip, percuma sekolah gratisnya, karena tujuannya sekolah gratis adalah pemerataan,” sambungnya.
Andra menekankan pentingnya pemerataan dalam pembangunan dan fasilitas untuk masyarakat, terutama di sektor pendidikan. Sesuai dengan Visi Banten Maju, Adil Merata dan Tidak Korupsi Banten sehingga semua warga memiliki kesempatan untuk bersekolah.
“Semua itu bisa tercapai syaratnya tidak korupsi. Titip menitip asal muasal dari korupsi, titip menitip asal mula dari perbuatan curang,” Tandasnya.
Untuk diketahui, Gubernur Banten Andra Soni telah meluncurkan program sekolah gratis yang mencakup 811 SMA/SMK dan SKH swasta yang akan menggratiskan biaya pendidikan.
Rinciannya, terdapat 235 SMA swasta, 520 SMK swasta, dan 56 SKH swasta. Pemprov Banten memperkirakan akan ada sekitar 85.995 siswa untuk kelas 10 yang akan mendapatkan manfaat dari program sekolah gratis ini. [red]










