Kota Tangerang – Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Tangerang, Memed Chumaedy mengatakan bahwa suara Prabowo Gibran di Provinsi Banten khususnya wilayah Tangerang Raya berpotensi stagnan, salahsatu faktornya adalah dikarenakan sebagian besar Caleg Partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) ‘malas’ pasang gambar Prabowo-Gibran.
“Bukan hanya stagnan bahkan berpotensi tersalip paslon lain, salahsatu faktornya adalah karena Caleg KIM sibuk mengkampanyekan dan mengamankan diri sendiri tanpa turut serta meng-kanvasing Prabowo-Gibran,” ungkap Memed, Kamis (04/01/2023)
Kanvasing yang tidak menyertakan gambar Prabowo-Gibran, lanjut Memed adalah potret dari sikap Caleg KIM yang ‘setengah hati’ dalam mengkampanyekan Prabowo-Gibran.
“Penyertaan gambar Paslon Prabowo-Gibran dalam Kanvasing Caleg adalah potret ‘all out’ caleg dalam mengkampanyekan Prabowo-Gibran, tidak bisa diukur dengan sekedar mengajak menggunakan kata-kata saja,” tambahnya.
Meskipun demikian, Memed menilai bahwa Provinsi Banten masih menjadi salahsatu lumbung suara Prabowo-Gibran, meskipun menilai sejumlah kader partai terlalu Over Confidence terhadap hasil survey dan belum dapat memanfaatkan Efek Ekor Jas Prabowo-Gibran.
“Padahal semua Caleg Partai yang tergabung dalam KIM Memiliki potensi efek ekor jas dari Prabowo-Gibran, namun lengah karena sibuk mengkampanyekan diri dan terlalu over confidence,” Tandasnya.
Selain itu Memed melihat potret politik dilapangan, suara Prabowo-Gibran di Provinsi Banten mengandalkan jejaring dan simpul relawan militan.
“Melihat potret tersebut maka Relawan militan menjadi senjata rahasia Prabowo-Gibran di Provinsi Banten,” Pungkasnya. [red]









