Menu

Mode Gelap
Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir

Kota Tangerang · 24 Jun 2026 ·

Budayakan Kesiapsiagaan Lewat Keltana, Maryono: Jangan Tunggu Bencana Baru Bersiap


 Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar saat membuka kegiatan Pelayanan Pencegahan dan Kesiapsiagaan terhadap Bencana pada Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) Kota Tangerang yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper. Foto: ist Perbesar

Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar saat membuka kegiatan Pelayanan Pencegahan dan Kesiapsiagaan terhadap Bencana pada Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) Kota Tangerang yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper. Foto: ist

Kota Tangerang – Jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat budaya kesiapsiagaan sebagai langkah strategis dalam mengurangi risiko bencana di tengah masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan program Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) yang kini terus diperluas di berbagai wilayah Kota Tangerang.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, saat membuka kegiatan Pelayanan Pencegahan dan Kesiapsiagaan terhadap Bencana pada Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) Kota Tangerang yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper, Rabu (24/06/2026).

Dalam sambutannya, Maryono menegaskan bahwa Keltana memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam upaya pengurangan risiko bencana di tingkat kewilayahan.

“Saat ini telah terbentuk 65 Kelurahan Tangguh Bencana di Kota Tangerang dan jumlahnya akan terus bertambah menjadi 80 kelurahan dari total 104 kelurahan yang ada. Keberadaan Keltana menjadi pilar penting dalam mendeteksi dini potensi ancaman serta meminimalkan dampak bencana di masing-masing wilayah,” ujar Maryono.

Menurutnya, tantangan kebencanaan yang semakin kompleks menuntut perubahan pola pikir seluruh elemen masyarakat. Penanganan bencana tidak cukup hanya berfokus pada respons saat kejadian, tetapi harus dimulai dari kesiapan dan upaya mitigasi sejak dini.

“Bencana dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Karena itu, cara pandang kita harus bergeser dari sekadar tanggap darurat menjadi budaya kesiapsiagaan. Semakin siap masyarakat menghadapi risiko, semakin kecil dampak yang ditimbulkan ketika bencana terjadi,” jelasnya.

Mantan Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang tersebut menambahkan, keberadaan Keltana diharapkan mampu membangun masyarakat yang lebih tangguh, yakni masyarakat yang mampu mengenali potensi risiko di lingkungannya, memahami langkah-langkah mitigasi, serta siap bertindak cepat dan tepat saat menghadapi situasi darurat.

“Di sinilah peran penting Keltana sebagai garda terdepan dalam upaya pengurangan risiko bencana. Masyarakat adalah pihak pertama yang menghadapi ancaman sekaligus pihak pertama yang memberikan pertolongan ketika bencana terjadi,” ungkapnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Pemkot Tangerang terus berkomitmen memperkuat kapasitas masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan penguatan sistem kesiapsiagaan berbasis komunitas. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ketangguhan wilayah yang berkelanjutan.

Maryono menegaskan, ketangguhan suatu wilayah tidak diukur dari ada atau tidaknya bencana, melainkan dari kemampuan masyarakat dalam mengantisipasi risiko, melakukan mitigasi, serta bangkit kembali ketika menghadapi bencana.

“Ketangguhan sebuah kelurahan tidak diukur dari ada atau tidaknya bencana, tetapi dari kemampuan masyarakatnya dalam mengenali risiko, melakukan mitigasi, dan pulih dengan cepat saat menghadapi bencana. Karena itu, budaya kesiapsiagaan harus terus kita bangun dan perkuat bersama,” pungkasnya.[red]

Artikel ini telah dibaca 67 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Proyek Perbaikan Ruas Jalan Marsekal Suryadarma Kota Tangerang Resmi Dimulai

18 Agustus 2026 - 16:22

Wali Kota Sachrudin Ajak Warga Manfaatkan Diskon PKB Hingga 40 Persen 

18 Agustus 2026 - 11:25

Konvoi Kebangsaan, Sachrudin-Maryono Ajak Komunitas Jadi Pelopor Keselamatan Berkendara & Taat Peraturan Lalu Lintas

17 Agustus 2026 - 19:52

HUT ke-81 RI, Sachrudin: Merdeka! Harus Terasa dalam Kehidupan Masyarakat

17 Agustus 2026 - 16:02

Momentum Kemerdekaan, Pemkot Tangerang Serukan Gotong Royong Pembangunan

17 Agustus 2026 - 11:46

Waduh! Andra Soni-Sachrudin Tarung, Adu Strategi di Papan Catur

16 Agustus 2026 - 20:45

Trending di Kota Tangerang