Menu ✖

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Kota Tangerang · 6 Okt 2026 ·

Maryono: Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Harus Lebih Masif


 Wakil Wali Kota Tangerang Maryono saat membuka Koordinasi Lintas Sektor dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) yang digelar Dinas Kesehatan Kota Tangerang, di Hotel Howard Johnson Cikokol. Foto: Ist Perbesar

Wakil Wali Kota Tangerang Maryono saat membuka Koordinasi Lintas Sektor dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) yang digelar Dinas Kesehatan Kota Tangerang, di Hotel Howard Johnson Cikokol. Foto: Ist

Kota Tangerang – Menjaga kesehatan bukan hanya soal mengobati ketika sakit. Yang tak kalah penting adalah memastikan penyakit bisa dicegah dan risikonya dikenali sejak awal. Dengan begitu, masyarakat dapat tetap sehat dan pelayanan kesehatan pun bisa bekerja lebih cepat dan tepat.

Semangat inilah yang didorong Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, dalam mengoptimalkan upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P). Hal tersebut disampaikan saat membuka Koordinasi Lintas Sektor dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) yang digelar Dinas Kesehatan Kota Tangerang, di Hotel Howard Johnson Cikokol, Selasa (07/10/2026).

Dihadapan para camat, lurah, dan kepala Puskesmas se-Kota Tangerang, Maryono, mengajak seluruh jajaran untuk mengubah cara kerja layanan kesehatan, dari menunggu masyarakat sakit menjadi hadir lebih awal melalui pencegahan dan deteksi dini.

“Kita perlu mengubah pola, dari menunggu menjadi mencegah, dari sekadar mengobati menjadi mendeteksi sejak dini. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati,” ujar Maryono.

Menurutnya, setiap wilayah memiliki kondisi dan tantangan kesehatan yang berbeda. Karena itu, program P2P harus melihat persoalan di lapangan dan menggunakan data sebagai pijakan untuk menentukan langkah.

“Data jangan hanya menjadi angka. Data harus membantu kita melihat dan mengatasi persoalan, menentukan prioritas, dan memastikan langkah yang kita lakukan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.

Maryono, menegaskan, upaya menjaga kesehatan juga membutuhkan kerja bersama. Pihak kecamatan, kelurahan, Puskesmas, kader, sekolah, dan masyarakat harus saling menguatkan agar pencegahan dapat berjalan lebih dekat dan menyentuh kebutuhan warga.

“Yang penting bukan hanya apa yang kita bicarakan hari ini, tetapi apa yang kita lakukan setelah kembali ke wilayah masing-masing. Harus ada langkah nyata dan tindak lanjut,” tegasnya.

Ia berharap, penguatan P2P dapat membuat pelayanan kesehatan di Kota Tangerang semakin dekat, responsif, dan mampu mencegah persoalan kesehatan.

“Mari kita bangun budaya sehat, bukan hanya mengobati saat sakit. Namun bergerak lebih awal, bekerja bersama, dan hadir untuk masyarakat,” pungkas Maryono.[red]

 

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

DPD RI Apresiasi Wali Kota, Sudah Lebih dari 1 Juta Warga Kota Tangerang Ikuti CKG 

5 Oktober 2026 - 19:10

Wastetrap Banksasuci Efektif Jegat 30 Persen Sampah Cisadane Menuju Kawasan Perkotaan

5 Oktober 2026 - 12:03

Apel-HKP, Wali Kota Sachrudin: Amalkan Lewat Pelayanan!

5 Oktober 2026 - 11:27

Wali Kota Sachrudin Ajak Santri Terus Menghidupkan Keteladanan Rasulullah

4 Oktober 2026 - 20:28

Wakil Wali Kota Maryono: Modernisasi Pendidikan Harus Tetap Berpijak pada Akhlak

3 Oktober 2026 - 19:56

Sachrudin-Maryono Pastikan APBD Perubahan Berorientasi pada Manfaat

30 September 2026 - 18:40

Trending di Kota Tangerang