Menu

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Kota Tangerang Selatan · 15 Sep 2026 ·

Benyamin Minta Lurah Jadi Teladan, Bangun Budaya Anti Korupsi Mulai dari Rumah


 Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keluarga Berintegritas bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang digelar di Ruang Blandongan, Puspemkot Tangsel. Foto: Ist Perbesar

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keluarga Berintegritas bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang digelar di Ruang Blandongan, Puspemkot Tangsel. Foto: Ist

Kota Tangsel – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun integritas aparatur pemerintahan dan mencegah praktik korupsi.

Hal tersebut disampaikan Benyamin dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keluarga Berintegritas bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang digelar di Ruang Blandongan, Puspemkot Tangsel pada Selasa (15/9/2026).

“Keluarga mempunyai peran yang sangat penting. Ketika kita berbincang tentang integritas, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang nilai, karakter dan pilihan kita. Dan tempat pertama seseorang belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, kesantunan dan kebenaran adalah keluarga. Dalam keluargalah kita belajar membedakan antara yang benar dan yang salah, antara yang menjadi hak kita dan yang bukan hak kita,” ujar Benyamin.

Menurut Benyamin, keluarga dapat menjadi benteng pertama yang mengingatkan pejabat agar tetap menjaga amanah dan menggunakan penghasilan yang diperoleh secara benar.

Pasalnya, pencegahan korupsi tidak cukup hanya dilakukan melalui regulasi, sistem pengawasan, maupun pengendalian internal pemerintahan. Nilai integritas harus dibangun dari lingkungan keluarga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut diikuti 54 lurah beserta pasangan masing-masing dan mendapat pendampingan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Benyamin mengatakan, pasangan dapat berperan sebagai pengingat ketika seorang pejabat menghadapi godaan atau berpotensi menerima sesuatu yang bukan menjadi haknya.

“Kalau dalam istilah mobil, (pasangan jadi) remnya. Kalau dikasih duit kegedean, kan (pasangan bisa tanya) gede dari mana, tumben amat, kan jadi rem gitu. Atau wanti-wanti sejak awal berangkat, ‘Pak, hati-hati ya. Bismillah, cari rezeki yang halal saja,” kata dia.

Ia pun menegaskan, peran pasangan bukan untuk mencampuri urusan teknis pemerintahan maupun intervensi terhadap tugas lurah. Sebaliknya, pasangan diharapkan menjadi bagian dari mekanisme pengawasan informal di lingkungan keluarga.

Benyamin juga mengingatkan para lurah bahwa jabatan merupakan amanah dan kepercayaan yang harus dijaga melalui sikap, perilaku, serta keteladanan.

“Ingat, jabatan bukan sekadar kewenangan, jabatan adalah kepercayaan. Dan kepercayaan tidak cukup dijaga dengan kata-kata, tetapi harus dibuktikan melalui sikap, perbuatan, dan keteladanan,” tegasnya.

Terlebih, lurah memiliki posisi strategis karena menjadi pemimpin pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Pelayanan, keputusan, maupun perilaku lurah akan secara langsung dirasakan dan dinilai masyarakat.

Ia berharap kegiatan Keluarga Berintegritas dapat memperkuat budaya antikorupsi mulai dari lingkungan keluarga hingga pemerintahan. Dengan demikian, integritas tidak berhenti sebagai program pemerintah, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Integritas harus dimulai dari rumah, dicontohkan dalam kehidupan, dan kemudian dibawa ke tengah-tengah masyarakat. Jangan hanya menjadi pemimpin yang dihormati karena jabatan, tetapi jadilah pemimpin yang dihormati karena integritas, ketulusan, dan keteladanan,” kata Benyamin.

Keluarga yang berintegritas akan turut membentuk pemimpin yang berintegritas. Pada akhirnya, hal tersebut diharapkan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Tangsel.[red]

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Warga Tangerang Berasa Gak?, Ada Gempa 5,9 SR Jelang Subuh

12 September 2026 - 05:53

Dorong Pengelolaan Sampah, IKPP Tangerang Mill Gandeng INKALINDO

11 September 2026 - 19:25

Ratusan Mahasiswa UIN Jakarta Desak Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ex Rektor

10 September 2026 - 19:12

Jaga Kesehatan di Tengah Abu Vulkanik, Benyamin Imbau Warga Tangsel Gunakan Masker

7 September 2026 - 11:34

Wali Kota Benyamin Davnie: Cakupan BPJS Kota Tangsel Sudah Mengcover 99 Persen

1 September 2026 - 07:00

Benyamin Davnie: CKG di Kota Tangsel Capai 53 Persen dari Total 1,4 Juta Penduduk

31 Agustus 2026 - 20:17

Trending di Kota Tangerang Selatan