Menu

Mode Gelap
JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30 Hari Kebaya Nasional, Gubernur Banten Andra Soni: Simbol Identitas Perempuan Indonesia

Kota Tangerang · 29 Feb 2024 ·

Buka Rakor TPPS, Pj Wali Kota Nurdin: Masifkan Edukasi dan Pendampingan Stunting


 Pj Wali Kota Tangerang Dr Nurdin, S.Sos.,M.Si didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni. Foto: Ist Perbesar

Pj Wali Kota Tangerang Dr Nurdin, S.Sos.,M.Si didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni. Foto: Ist

Kota Tangerang – Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang, Dr. Nurdin, membuka Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) sekaligus Penandatanganan Komitmen Bersama Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting di Kota Tangerang, yang digelar di Ruang Rapat Akhlakul Karimah Gedung Puspem Kota Tangerang, Kamis, (29/02).

Dalam kesempatannya, Pj Wali Kota, berdialog dan berdiskusi dengan para Kepala Puskesmas, perwakilan kecamatan dan kelurahan serta para kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) se-Kota Tangerang terkait persoalan percepatan penanganan stunting.

“Alhamdulillah, dalam periode November 2023 stunting di Kota Tangerang mencapai 6,2% (e-PPGBM). Apresiasi tentunya kepada seluruh pihak yang terlibat terutama para kader yang terjun langsung ke lapangan, meski menemui kendala dalam upaya penanganan stunting namun tetap berjibaku menangani stunting. Salah satunya, stigma negatif tentang stunting pada keluarga sehingga cenderung membuat keluarga tersebut enggan atau menolak untuk dibantu karena kurangnya pemahaman tentang stunting,” tutur Pj Wali Kota.

Untuk itu, Dr. Nurdin, meminta kepada TPPS dan para kader agar dapat lebih memasifkan sosialisasi dan edukasi serta pendampingan pada keluarga yang terdapat anak stunting.

“Perkuat dan perluas lagi untuk pendataannya dan tolong didampingi serta diedukasi agar keluarga yang tidak terima anaknya dikatakan stunting menjadi paham dan dapat terbuka sehingga stigma negatif soal stunting tersebut dapat segera hilang dan upaya penanganan stunting pun bisa berjalan dengan optimal,” ujar Dr. Nurdin.

“Kalau perlu nanti kita rumuskan suatu program yang lebih dapat menjangkau seluruh masyarakat misalnya Gerakan Balita Sehat sehingga masyarakat dapat lebih termotivasi karena ingin putra-putrinya sehat,” usulnya.

Lebih lanjut, mantan Kepala Pusdatin Kemendagri tersebut, meminta kepada TPPS serta pihak-pihak yang terkait untuk lebih serius lagi dalam upaya penanganan stunting di Kota Tangerang.

“Jangan terpaku pada penurunan persentase, tapi mari kita ubah mindset, meski mengalami penurunan kita tetap harus berpikir bahwa ini tidak baik-baik saja, sehingga kita bisa lebih terpacu lagi. Tidak hanya menurunkan angka stunting tapi bagaimana bisa sampai zero stunting di Kota Tangerang,” tukas Pj. [red]

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jelang May Day 2026, DPD KSPSI Banten Gelar Konsolidasi Akbar 

20 April 2026 - 16:10

FPRMI Gelar Open Golf Tournament 2026, Perkuat Sinergi dan Kebersamaan di Momentum HPN

18 April 2026 - 20:11

Respon Cepat, Pemkot Tangerang Terjunkan Bantuan Logistik Kebakaran Asrama Polri Ciledug

16 April 2026 - 21:14

Sigap! BPBD Kota Tangerang Berhasil Padamkan Kebakaran Asrama Polri Ciledug

16 April 2026 - 20:06

Langkah Nyata Kota Antikorupsi, Pemkot Tangerang–Kejari Teken Kerja Sama Strategis  

15 April 2026 - 12:54

Pemkot Tangerang Perluas Jaminan Sosial bagi Pekerja Informal  

14 April 2026 - 22:22

Trending di Kota Tangerang