Kota Serang – Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Banten, Muhammad Nizar mengkritik keras gaya kepemimpinan dan kebijakan Pj. Gubernur Banten yang dinilai tidak konsisten. Hal tersebut disampaikan Nizar lantaran serapan anggaran APBD Provinsi Banten yang berjalan secara lamban dengan alasan efisiensi anggaran.
“Badan anggaran itu menerima 3/4 matang, bukan 1/2 matang, 1/4 nya lagi tinggal ketok doang, mekanismenya gimana sih, OPD diperintahkan untuk mengusulkan program, nanti kemudian diturunkan oleh TAPD Pagu Indikatif, dibawalah ke badan anggaran, agar pembahasan yang detail maka kemudian dibahas pada rakor dikomisi tapi kewenangan tetap di badang anggaran, setelah sepakat diketok APBD 2023 harusnya kan jalan, kok tiba-tiba gak jalan karena alasan efisiensi, yah kalau mau bicara efisiensi di perencanaan dong, nunjukin banget kalau gak pinter,” Papar Nizar kepada TangerangPos, Jum’at (13/10/2023).
Nizar menegaskan jika ingin pembahasan efisiensi anggaran mestinya dilakukan sejak awal diperncanaan, jangan menunggu setelah ketuk palu.
“Lah gimana, dia yang ngerencanain dia sendiri yang bilang gak efisien, gimana sih,” Tandasnya.
Selain menyoroti inkonsistensi dalam pembahasan anggaran, Nizar juga mengingatkan kepada Pj.Gubernur Banten bahwa jabatan yang diembanya adalah hanya mengisi kekosongan jabatan bukan justru menghambat program yang sudah ada.
“Ibarat rumah, yang punya rumah lagi pergi, nah Pj. Ini cuma diminta untuk menjaga rumah, kalau ada keran mampet di betulin, kalau ada genteng bocor di tambalin, bukan semena-mena ganti garasi, bobok kamar tidur karena kebanyakan, pindahin ruangan tamu, ingat loh pj. hanya mengisi kekosongan bukan bertindak seenak udele dewek, jalan saja pada trek, jangan acak-acak program yang sudah disepakati,” Pungkasnya. [red]











