Menu

Mode Gelap
Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30

Banten · 30 Mei 2023 ·

UMJ Beri Gelar Doktor Honoris Causa Kepada UAH Dalam Bidang Manajemen Pendidikan Islam


 Ustaz Adi Hidayat atau UAH Saat Menyerahkan Buah Hasil Karya Pemikirannya Dalam Bentuk Buku Kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Dr. Ma'Mun Murod Al Barbasy, M.Si. Foto: istimewa Perbesar

Ustaz Adi Hidayat atau UAH Saat Menyerahkan Buah Hasil Karya Pemikirannya Dalam Bentuk Buku Kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Dr. Ma'Mun Murod Al Barbasy, M.Si. Foto: istimewa

Kota Tangsel – Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) memberikan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa kepada Ustaz Adi Hidayat atau yang biasa dikenal UAH. Prosesi Pemberian penghargaan dilaksanakan di Aula KH. Ahmad Azhar Basyir Gedung Cendikia Universitas Muhamamdiyah Jakarta, Selasa (30/5/2023).

Tim Promotor yang terdiri dari tiga Profesor, mulai dari Prof. Dr. Masyitoh, M.Ag. , Prof. Dr. Suhendar, MS. , Prof. Dr. Abdul Gofur Ahmad, MM menyatakan bahwa Ustaz Adi Hidayat layak mendapatkan gelar doktor kehormatan atau doktor honoris causa dalam bidang manajemen pendidikan Islam.

“Ustaz Adi Hidayat mencerminkan kepribadian Muhammadiyah. Ustaz Adi Hidayat berhasil mengelola dakwah dalam pendidikan formal maupun non formal yang kemudian menjadi parameter tim promotor memberikan gelar doktor kehormatan dalam studi doktor manajemen program UMJ yang salah satu tujuannya untuk melahirkan doktor yang profesional,” ujar salah satu Komisi Promotor, Masyitoh.

Masyitoh menjelaskan bahwa penghargaan kepada UAH diberikan menyusul pemikiran dan tulisan ilmiahnya, dalam bidang manajemen pendidikan Islam.

“Memutuskan dan menetapkan putusan rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta tentang penetapan pemberian gelar doktor kehormatan, doktor honoris causa kepada Ustaz Adi Hidayat, atas dasar dan prestasi dalam bidang manajemen islam. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, Jakarta, 20 Maret 2023,” jelas Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Jakarta, Muhammad Hadi.

Dalam kesempatan tersebut, UAH mengorasikan pemikirannya yang berjudul “Manajemen Pendidikan Alquran dan Sunnah, serta Implementasinya Menuju Pendidikan Berkemajuan.”

“Manajemen pendidikan Islam berbasis Alquran dan sunah dipandang penting serta boleh jadi menjadi satu-satunya solusi terbaik. Bukan hanya mengatasi problem dinamika global saat ini, melainkan juga mengantarkan kita pada kesuksesan misi yang diamanahkan oleh Allah untuk beraktifitas di bumi,” Ungkap UAH saat berorasi ilmiah dimomen penghargaan tersebut, Selasa (30/5/2023).

UAH memaparkan bahwa bekal pertama yang Allah berikan bagi manusia sebagai instrumen untuk menjalankan misi tersebut adalah pengetahuan. Dalam QS al-Baqarah ayat 31 disebutkan, yang Allah SWT ajarkan kepada Adam pertama kali adalah pengetahuan.

Fitrah pengetahuan ini ditanamkan dan diajarkan oleh Allah kepada setiap Nabi dan Rasul yang bertugas di bumi, mulai dari Adam hingga Rasulullah SAW. Pengetahuan ini berfungsi sebagai instrumen untuk membimbing seluruh umat di setiap generasi, guna mencapai tujuan awal.

‘Tujuan di-install pengetahuan ini bukan sekadar menjadi bagian dari pengetahuan untuk membimbing umat, melainkan juga untuk mewujudkan tujuan dasar pemberian amanah Allah kepada setiap manusia. Dengan itu diharapkan hadir kedamaian, ketentraman, kemaujaun, disertai kepatuhan dan ketaatan kepada Allah SWT,” Paparnya.

UAH juga mencontohkan model pendidikan yang disampaikan Nabi Muhammad SAW, yang disebut paling menarik, komprehensif, dan paling berhasil di antara semua nabi yang pernah bertugas di bumi. Nabi diutus di tempat yang paling rendah semua nilai kemanusiaan dan pengetahuannya, yang dikenal dengan masa jahiliyah.

Apa yang Nabi ajarkan, yang bersumber dari Alquran, kemudian diterangkan dalam hadist itu secara luar biasa telah mengubah masyarakat jahiliyah yang tadinya terbelakang menjadi masyarakat yang tercerahkan dan berkemajuan, bahkan mendapatkan persetujuan dan legitimasi langsung dari Allah SWT,” tukas UAH. [red]

Artikel ini telah dibaca 81 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Angka Melek Huruf Generasi Muda Banten Tembus 99,95 Persen, Cerminkan Kemajuan Pendidikan

30 Mei 2026 - 17:19

Bank Banten Gelar Tasyakuran Idul Adha 1447 H, Perkuat Solidaritas dan Semangat Kebersamaan

29 Mei 2026 - 16:45

Ketum Gekrafs Apresiasi Langkah Pemerintah yang Menurunkan Pajak Penulis dari 15% Jadi 1,5%

28 Mei 2026 - 20:22

Tok! DPR RI Dan Pemerintah Sepakat Anggaran Pemulihan Pasca-Bencana Sumatera Rp100,1 Triliun

27 Mei 2026 - 20:15

Raih WTP ke-14 Kali, Benyamin: Ini Buah Kebersamaan dan Kepercayaan Masyarakat

26 Mei 2026 - 22:55

Gubernur Andra Soni Perkuat Iklim Investasi Aman dan Nyaman, Banten jadi Tujuan Para Investor

26 Mei 2026 - 22:20

Trending di Banten