Menu

Mode Gelap
Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025

Kota Tangerang · 1 Mar 2023 ·

Sachrudin : Gotong Royong Bebaskan Kota dari Stunting


 Sachrudin : Gotong Royong Bebaskan Kota dari Stunting Perbesar

Kota Tangerang – Antisipasi dan penanganan stunting bagi balita menjadi tanggung jawab bersama dan penanganan secara terpadu dari berbagai pihak, juga perlu adanya kolaborasi antara pemerintah daerah dan kelompok-kelompok masyarakat.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Tangerang menggelar kegiatan Orientasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang merupakan sekelompok tenaga yang dibentuk dan terdiri dari Bidan, Kader TP. PKK dan Kader KB.

Wakil Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, saat membuka kegiatan yang diikuti oleh ratusan kader TPK dari Kecamatan Cipondoh, menyampaikan tugas pokok dari Tim Pendamping Keluarga adalah melakukan pendampingan terhadap keluarga yang memiliki kerawanan terhadap stunting.

“Ini tugas mulia, agar anak – anak yang menjadi masa depan bangsa bisa terhindar dari stunting,” ujar wakil dalam acara yang berlangsung di Ruang Al Amanah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (1/3).

Sachrudin menambahkan, tim pendamping keluarga dibentuk untuk melaksanakan pendampingan meliputi penyuluhan, fasilitasi pelayanan rujukan dan fasilitasi penerimaan program bantuan sosial kepada calon pengantin atau calon pasangan usia subur, ibu hamil hingga ibu pasca persalinan.

“Anak usia 0-59 bulan serta melakukan surveilans keluarga berisiko stunting untuk mendeteksi dini faktor-faktor risiko stunting, jadi bukan tugas yang mudah perlu dikerjakan dengan gotong royong dari berbagai pihak,” pesan wakil.

Angka stunting di Kota Tangerang pada tahun 2022, lanjut wakil, angka prevalensi kasus stunting mengalami penurunan menjadi 11,8% dibanding pada tahun 2021 yang berada di angka 15,3% merujuk pada data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).

“Penurunan angka prevalensi kasus stunting ini adalah hasil kerja keras kita semua untuk menjadikan Kota Tangerang bebas stunting di tahun 2024,” tutup Sachrudin. [red]

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Warga Kota Tangerang Antusias Ikuti Cek Kesehatan Gratis Pemprov Banten

27 Juli 2026 - 17:54

Wali Kota Tangerang dan Para Kepala OPD Tanam Pohon dan Bebersih Cisadane: Komitmen Indonesia ASRI

24 Juli 2026 - 10:01

Get Out Oligo Jilid 2, Aktivis: Tidak Ada Kesempatan Kedua, Pemkot Jangan Ambil Risiko Hukum

23 Juli 2026 - 09:57

Urus Dokumen Kian Mudah, Pemkot Tangerang Perluas Akses Layanan Adminduk

22 Juli 2026 - 16:18

Aktivis Ingatkan Pemkot Tangerang Tidak Turut Merekomendasikan BUPP PSEL: Serahkan Pada Danantara

22 Juli 2026 - 10:12

Sambut Festival Cisadane 2026, Banksasuci Gelar Aksi Ruwat Rawat Sungai Cisadane

20 Juli 2026 - 20:27

Trending di Kota Tangerang