Menu ✖

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Banten · 5 Okt 2026 ·

Wastetrap Banksasuci Efektif Jegat 30 Persen Sampah Cisadane Menuju Kawasan Perkotaan


 Alat Pencegat Sampah atau Wastetrap yang dipasang oleh Komunitas Peduli Sungai Cisadane Banksasuci Foundation Minimalisir Sampah Menuju Kawasan Perkotaan dan Muara Cisadane. Foto: Banksasuci Perbesar

Alat Pencegat Sampah atau Wastetrap yang dipasang oleh Komunitas Peduli Sungai Cisadane Banksasuci Foundation Minimalisir Sampah Menuju Kawasan Perkotaan dan Muara Cisadane. Foto: Banksasuci

Tangerang – Alat Pencegat Sampah atau Wastetrap yang dipasang oleh Komunitas Peduli Sungai Cisadane Banksasuci Foundation efektif meminimalisir 30 Persen Sampah Cisadane mengalir ke kawasan perkotaan.

“Instalasi Wastetrap berfungsi untuk menjerat sampah di sungai Cisadane agar tidak mengalir ke kawasan perkotaan hingga berakhir di muara, Sampah yang terjerat kemudian diangkut, dipilah dan diolah untuk dikelola oleh Banksasuci, tidak ada yang dibuang ke TPA,” Ungkap Koordinator Banksasuci Foundation, Ade Yunus, Senin (05/10/2026).

Ade menambahkan bahwa pencemaran sumber air di DAS Cisadane disebabkan oleh sampah yang dibuang ke sungai, yang 84 persennya berasal dari sampah domestik.

“Sebagian besar sampah domestik yang ditemukan di Cisadane adalah sampah Plastik, 29,5 persen kantong plastik/kresek dan 28,7 persen botol plastik, 16,8 persen plastik kemasan, 5,5 persen sampah organik, sisanya stereform, sandal, sepatu, kasur, bantal dan jenis sampah lainya,” Sambungnya.

Menurut Ade, tantangan sesungguhnya bukanlah membersihkan sampah di Sungai Cisadane, tapi melakukan edukasi komunikasi perubahan perilaku masyarakat agar tidak membuang sampah ke saluran, kali dan Sungai.

“Membersihkan sampah di Sungai memang berat, namun jauh lebih berat tantangannya adalah melakukan komunikasi perubahan perilaku terhadap masyarakat, harus konsisten dan berkelanjutan, sehingga sampah di Sungai bisa diminimalisir,” Tambahnya.

Ade berharap kolaborasi Pentahelix dalam pelestarian sungai Cisadane dapat terwujud dengan seluruh stakeholders terkait sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

“Tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, Pelestarian Sungai Cisadane sebagai air baku dan sumber kehidupan masyarakat adalah tanggung jawab bersama, tidak bisa dilakukan secara parsial dan sporadis butuh sinergi dan kolaborasi Pentahelix,” Pungkasnya. [red]

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Apel-HKP, Wali Kota Sachrudin: Amalkan Lewat Pelayanan!

5 Oktober 2026 - 11:27

Wali Kota Sachrudin Ajak Santri Terus Menghidupkan Keteladanan Rasulullah

4 Oktober 2026 - 20:28

HUT ke-26 Banten, Gubernur Andra Soni Paparkan Banten Bergerak, Maju Berdampak 

4 Oktober 2026 - 14:07

Gubernur Andra Soni Apresiasi Kinerja Desa dan Perangkat Daerah pada Momentum HUT ke-26 Banten

4 Oktober 2026 - 13:50

Sambut HUT Ke-26 Banten, Gubernur Andra Soni Ziarah Makam Kesultanan Banten

3 Oktober 2026 - 21:59

Zaki dan Intan Perkuat Karakter Mahasiswa Baru Politeknik Ismet Iskandar dan Tanri Abeng University

3 Oktober 2026 - 20:46

Trending di Edukasi